Malam Dingin

By : Deen

“Apa kopinya masih perlu gula?”

“Tidak, ini sudah cukup.” Lelaki dengan pakaian kumal itu menjawab tanpa memandang wajah Mary.

“Duduklah lebih lama, hujan sepertinya belum akan reda.”

“Setelah saya habiskan kopi ini, saya akan pamit. Kedai kalian perlu tutup.”

Mary tersenyum ke arah suaminya yang diam-diam mengamati di meja sudut kedai. Mary hanya memiliki Jack dan sebuah kedai kopi di salah satu kota kecil Seattle ini. Kota yang sering ditingkahi hujan, yang dirimbuni oleh kedai kopi di setiap garis jalannya. Bersama Jack-lah cinta Mary terengkuh hingga usianya senja kini.

“Kasihan, suhu dingin di luar telah membunuh mereka.”

Jack akhirnya buka suara menimpali suara pembaca berita yang sayup-sayup terdengar dari kotak gambar bergerak. Tampak seorang gelandangan tak bernyawa ditandu oleh tim medis ke dalam ambulans.

Lelaki paruh baya malang itu kembali menyesap kopi panasnya. Matanya nanar turut menatap berita duka itu. Sepekan ia ketahui sudah beberapa rekan senasib dengannya yang tiba-tiba tewas di pinggir jalan kota ini. Sudah sebulan hujan sibuk menusuk tiap ruang kota. Belum ada tanda akan berhenti. Malam ini ia sungguh beruntung, bukan hal biasa, ada kedai kopi yang berbaik hati memberinya makan malam tambah segelas kopi panas untuk orang seperti dirinya.

“Pakailah selimut ini. Kau membutuhkannya. Ambil saja.”

“Terima kasih, kalian baik sekali.”

Jack membukakan pintu, dia memberi senyum paling hangatnya ke arah tamunya malam itu. Sang tamu merapatkan selimut baru ke badannya. Masih sungkan ia memandang wajah Jack dan Mary. Dia pun berlalu keluar berjingkat-jingkat menghindari genangan air di jalan sambil membawa perut penuh dan hangat.

Mary menggeser tubuhnya mendekati Jack. Merebahkan kepala ke pundak Jack. Jack mengecup kening istri tercintanya.

“Malam ini dia akan hangat untuk selamanya.”

“Ya, tidak akan ada lagi kesusahan dan kesedihan di dalamnya.”

Melepas pelukan hangat sang suami, Mary kembali ke tengah kedai untuk membersihkan tandas makan malam tamunya beserta gelas bekas kopi yang telah mereka campur dengan sianida seujung sendok makan.

#TantanganJuliForsen

#FiksiMiniDeen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s