2 karakter beda dari 1 rahim

Proyek #8minggungeblog.. Pfiuh.. saya tertinggal di tema pekan lalu, buntu ide juga karena saya sudah mulai disibukkan dengan urusan kepindahan saya dari manado ke makassar. Beberapa hal membutuhkan ekstra waktu juga tenaga. Bahkan untuk lapak online saya-pun, sedikit demi sedikit mulai jarang saya tengoki. *elap-keringet

Dan untuk kali pekan ini, saya akan coba kembali ke garis haluan bersama teman-teman blogger yang lain.  Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam.

Teman-teman saya menunggu giliran untuk menggendong Kanaya, saling berebut untuk mencubit pipi menggemaskannya. Kanaya lagi-lagi menebar pesonanya, pikir saya. Sedang Khansa, terlihat lebih santai, cuek dengan tingkah teman-teman saya tersebut.

Begitu yang terlihat jika saya membawa kedua putri saya lalu bertemu beberapa teman. Boleh jadi, itu karena Kanaya memiliki kulit yang lebih bersih juga perawakan badan montok  dibanding dengan kakaknya. Kepada Khansa sering kali saya katakan..”Kakak bukannya tidak lucu juga cantik, hanya saja mereka senang karena adek montok. Bagi Bunda..kalian anak-anak Bunda yang lucu juga tercantik yang ada”.

Memang, Kanaya mewarisi kulih putih juga bersih dari Ayahandanya, sedang Khansa sendiri mewarisi kulit yang agak gelap seperti saya. Tapi, apalah gunanya begitu memusingkan membahas soal kulit, fisik atau apa saja yang sifatnya hak prerogatif dari Pencipta-NYA. Tidak kekal dan sama sekali tak bisa dijadikan modal acuan manfaatnya seseorang di masa depan nanti. Dan urusan ini tak pernah lelah saya sounding pada kedua buah hati saya tersebut. Kakak tak perlu minder, adik jangan sekali-kali merasa tinggi hati dengan kelebihannya itu.

Khansa(kanan) dan Kanaya(kiri)

Khansa(kanan) dan Kanaya(kiri)

Khansa dan Kanaya. Kedua putri saya itu usianya hanya terpaut 1tahun, 1bulan, 1hari.

Sang kakak, cenderung lebih cuek pada sekitarnya, tenang jika memperhatikan sesuatu, menyukai angka dan huruf, dan entah karena proses menyapihnya lebih cepat dibanding adiknya, dia jauh..jauh..jauh lebih manja ketimbang adiknya sendiri.

Sedang sang adik, cenderung lebih atraktif, gemar bergerak, senang bermain.. dan yang paling saya galaukan adalah kemampuannya menarik hati siapapun yang melihatnya dengan lirikan juga senyum menggemaskannya.

Dua sisi watak karakter yang berbeda, lahir dalam 1 rahim yang sama, hidup di bawah atap yang sama.Karena memiliki watak karakter berbeda-lah saya dan suami sebagai orang tua mereka dituntut untuk terus cerdas menghadapi mereka. Beda karakter, tentu beda cara menghadapinya, tak bisa sama.

Jika suami berangkat kerja, tinggalah saya beserta keriuhan 2 bocah kami. Ada kalanya mereka sangat kompak, tapi tak jarang juga berselisih. Hohoho, saya sering terkekeh jika melihat mereka saling mengomel satu sama lain. Adik yang kini berusia 1tahun 6bulan, sudah rajin mengoceh, jika kakaknya mengomelinya, adik membalas dengan ocehan tak jelasnya.

Adek cenderung banyak mengalah jika untuk urusan rebutan, dsb-nya. Kepada keduanya juga sering saya katakan untuk tidak memukul, mencubit dsb-nya. Adakala-nya salah satu kelepasan bermain kasar terhadap satu sama lain, tapi sebagai Bunda yang 24jam tak henti mendampingi mereka, tak pernah lama saya biarkan kondisi tersebut.

Jikapun salah satu seperti hendak mengibarkan bendera perang, dengan lantang saya pun menegur..”Ayooo, saling sayang, saling sayang. Anak shalihah sayang saudara biar disayang ALLAH.”. Jika sudah begitu, biasanya bendera perang urung dikibarkan lagi. Yang diajak perang pun lari terbirit-birit menghindar, hehehe.

Di masa depan, mereka boleh saja tumbuh menjadi 2 gadis dengan kepribadian yang berbeda. Tak pernah menjadi masalah bagi saya, selama perbedaan tersebut masih dalam kebaikan. Beberapa kali berselisih juga tak pernah menjadi persoalan, sebab dari berselisih tersebut mereka dapat belajar  mengenali egois diri masing-masing sambil belajar memaafkan diri juga meminta maaf.

Tumbuh lah bersama putri-putriku..

Saling mengenal-lah kalian satu sama lain.

Berbuat salah, yang lain mengoreksi.

Menangis, yang lain menghapus derainya.

Membutuhkan, yang lain datang membantu.

Tertawa, yang lain menepuki ikut senang.

Berlari, yang lain menyusuli.

Lelah, yang lain menopang.

Tak peduli bagaimana beda kalian..

4 responses to this post.

  1. Wah akhirnya pulang kampung yah, bisa dong kopdar-kopdar🙂

    Reply

  2. Posted by Aisyah Prastiyo on May 20, 2013 at 6:49 am

    Suka puisi diakhir tulisan….
    Salam sayang buat Khansa dan Kanaya😉

    Saya juga punya dua orang putra dan putri yang saling bertolak belakang, si kakak mewarisi wajah tampan ayahnya, namun mewarisi sifat melankolis ibunya.
    Si adik wewarisi wajah ibunya tapi sikap usil dan iseng serta tak kenal takut dan tak cengengnya turunan dari ayahnya.
    Masing-masing memang berbeda, butuh kebijakan orangtua untuk terus membimbing agar dapat memaksimalkan kelebihan yang mereka miliki dan meminimalisir kekurangannya.
    Salam kenal ka…😉

    Reply

  3. Lucu ya… kalau dua anak saya, karakternya hampir sama. Sama2 tdk mau diam,sama2 suka iseng,sama2 lucu hehe..

    Reply

  4. seperti nama keponakan saya, kansha, dipanggil shasa. iyaaa walau bersaudara tetapi berbeda, tergantung apa ya? padahal pola asuh juga sama. saya dan adik saya selisihnya 1,5 tahun, layaknya kopi-susu, beda jauh >.<
    hihi

    terus semangat ngeblog yaaa …

    salam manis,
    Arga Litha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s