Ngalor ngidul soal hijau

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.

Tema minggu ini adalah mengenai WARNA. Sebenarnya saya gak punya cukup ide untuk membahas tema ini. Tapi ini sudah hari Jumat jeng. Lusa pekan ke-4 dari proyek ini akan selesai. Sedang besok sudah masuk wiken,  sebagai IRT yang baik dan gemar cuci piring, saya merasa mesti meluangkan waktu diri untuk refreshing hang-out keluar rumah. Jadi menulis, sepertinya akan-akan-akan sulit mendapat jatah waktu besok juga lusa.

Baiklah, demi “melunasi tulisan” saya pekan ini. Tak mengapalah kali ini saya akan ngalor ngidul soal warna favorit saya. Saya memang sedang tak punya ide, but heyy apa kata mereka soal menulis jika tak juga menemukan ide : Menulis, menulis dan menulis!.

Mulai!.

Hijau

Hijau

Jika bicara soal warna, saya teringat pas jaman SMU dulu. Ada seorang teman yang sangat-sangat-sangat suka dengan warna ungu. Buku ungu, pulpen ungu, tas ungu, sapu tangan ungu.. Pokoknya semua serba ungu.. Saat saya tanyakan kenapa mesti ungu semua. Teman saya tersebut hanya menjawab santai..”Yaah..suka aja!”. Biasanya yang model-model gini cuman perempuan saja yg demen. Segala macam dipilih sesuai dengan warna favoritnya. Beda dengan lelaki yang tak terlalu mau pusing dengan urusan warna.

Lalu bagaimana dengan saya?

Saya termasuk salah seorang dari banyak penyuka warna HIJAU. Entah mulai dari kapan, apa sejak kecil saat saya sadari kebanyakan barang di rumah saya adalah warna hijau, lantaran ibu saya sendiri juga penyuka hijau. Tidak ember, loyang, gayung, taplak meja, seprei, gorden.. semua serba berwarna hijau.

Jika ditanyai warna kesukaan saya apa?, saya juga dengan spontan  warna hijau. Meski demikian, sebenarnya saya bukan termasuk orang yg freak dengan warna seperti hal-nya Ibu saya yg serba hijau ataupun teman saya yang penyuka ungu. Saya hanya menyukai hijau. Tapi untuk menghijaukan semua properti saya, itu bukan bagian dari misi saya sebagai penyuka hijau.

Beberapa sahabat saya juga kebanyakan ialah penyuka warna hijau. Hmm, apa karena hijau maka kami memiliki kecocokan ya?.  Oya, mertua saya juga penyuka hijau.

Hijau lebih sering dikaitkan dengan alam, keindahan juga keteduhan. Walau sebenarnya, saya sendiri lebih menyukai laut dibandingkan pegunungan. Tapi mengenai keindahan juga keteduhan, saya tergolong orang yang menyenangi hal-hal bersifat indah lagi menenangkan. Karena dari keindahan, saya bisa menikmati karunia Tuhan yang tersebar di bumi ini.

Hijau juga lebih sering dikaitkan dengan ketenangan. Yah, kalau ini saya sepakat, saya memang termasuk tipe penyendiri, lebih senang menghabiskan diri dengan menikmati ketenangan, jauh dari keramaian. Bukan pula orang yang doyan pesta. Big No untuk itu.

Hijau juga lebih sering dikaitkan dengan rupiah. Eitss..kalau soal ini saya pun tetap sepakat. Hehehe. Saya emak-emak yang doyan duit atawa matre. Tapi dalam artian pengen kaya, sekaya-kayanya biar bisa lebih manfaat bagi yang lain juga. Hidup sejahtera dan mensejahterakan.

.

.

Hmm, apalagi yaa.. Hihiih, bener-bener ngalor ngidul kan jadinya.. saya cukupkan sampai di sini dulu ya….

*towewwwww-menulis-gaje :p

5 responses to this post.

  1. suka hijaaau? terlihat dari background blognya ^^
    hijau, segaaaar! bikin semangat yaaa

    Reply

  2. Hijau memang menyejukkan, rasanya seger. salam kenal mba

    Reply

  3. sya menyukai lapangan hijau mb… krn disanalah pemain2 bola favorit sya bermain..🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s