Muhasabah Seorang Makmum

Mungkin sedikit bahagia terkecap dari semaian
sedang begitu banyak rajukan terlantak dari gemuruh emosi ini.

Berlandai masa sudah terlangkah
Sedang ajar tak lebih dari huruf Alif dan A

Sungguh,
demikian sedikit khidmah yang terhitung oleh malaikat
dari titel istri bersandang

Pada kelebat bayang malam
Bahkan dalam gigil dingin menukik
Tak jua kucapai secuil purna kasih
mencontoh hangat peluk Siti Khadijah pada imam-NYA, RasuluLlah SAW

Entah..entah..entah
Apa kelayakan
istri shalihah kelak dapat teraih

Dari rasa itu..
Kali ini kefitrahanku sebagai makmum
kembali mencabik sgala ingin dangkal

Tak pantas diri banyak meminta
kala sedikit beri yang tertuah
dari sebuah bentuk kerap terus kuagungkan depan-nya : Cinta

*dedicated only for my lovely husband ..”Skali lagi, uhibbuka FiLlah.”

One response to this post.

  1. mba, sy suka baca2 tulisan mba..
    sebagai seorang istri, yg mba alami, pernah sy alami pula..
    kalau boleh, sy izin copas puisinya untuk fb saya ya..
    terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s