Jurnal -Jelang- 13 bulan Pernikahan kami

Hari ini adalah hari ke-19 sy berada di Manado. Ini bukan kunjungan yg pertama kali, hmm.. not visiting but go home..🙂. Karena di kota ini, suami dan sy, ke depannya akan melanjutkan hari2. Tapi belum sekarang, sebab hingga bulan 8 tahun ini, sy masih harus meneruskan kuliah di depok. Nafas panjang, berat lg sesak. Bagi kawan, kerabat ataupun keluarga.. tak pernah dapat menyembunyikan air muka terperangah …atau rasa tidak percayanya dengan pilihan yang sudah kami lakukan. Setelah nikah, tak kurang dari 10 hari..setelah itu harus terpisah pulau ..hingga sekarang sudah hampir 13 bulan, itu juga lom kelar..karena masih ada 7 bulan yg harus kami tempuh.

Tapi bukankah ini lebih baik, ketimbang jauh ataupun dekat, namun diikat pada hubungan tanpa ada suka-NYA sama skali.

Sy tahu, betapa banyak argumen yg mungkin muncul dari kepala mereka. Istri tega yg rela ninggalin suami?, istri yg ambisius dengan cita-citanya?, pasangan yg kurang perhitungan?,.. well sy sudah terlalu sering menebak…hingga rasa2nya tak perlu lagi meladeni prasangka sy sendiri. Sy lebih suka berbisik di tengah ributnya tebakan prasangka…”Kami sudah menghitung dengan ikhtiar terbaik kami.. dan ALLAH lebih tahu ukuran untuk kami..”. Apakah kami saling menyalahi hak dan kewajiban masing2..???

Sy dah suami pernah mendiskusikan dengan apa2 yg kami raih. Ini seperti muhasabah atawa evaluasi.. Setiap bulan kami berusaha untuk menyampaikan, perubahan2 baik dan buruk apa sj yang tlah kami raih slama ini, dan tentunya solusi apa agar baik dan lebih baik lagi. Sama seperti pernikahan lainnya, kami juga menghadapi masalah2. Masalah slalu berkorelasi erat dengan belajar, dan kami perlu mengawasi satu sama lain untuk itu.

Setahun pernikahan kemarin, kami membahas, apa yang sudah kami dapati dengan pernikahan 1 tahun ini. Garis bawah serta tebal untuk LONG DISTANCE LOVE.

Tak jarang, sebagai perempuan yang lebih didominasi perasaan, lantaran jarak jauh, dengan kondisi hati telah tertambat pada makhluk bernama suami, kini cenderung menjadi lebih mudah sensitif, manja, kurang rasional.. dan eeng… kolokan [:D]. Sy mengakui pada suami, bahwa hal2 seperti ini membingungkan sy..bayangkan..bagaimana pula, untuk alasan suami tidak mengirim sms dalam waktu 3 jam sj, sy sudah mampu katakan..“Dah mulai gak sayang ya?”...hahaha.. :p. Sy bingung?, ahh.. suami lebih bingung lagi.

But well, dengan begitu suami merasa, bahwa kesabarannya dapat benar2 teruji. [;)]. Berusaha mengikuti pesan Rasul, dengan memperlakukan istri dengan sbaik2nya, hingga dalam emosi teruji skalipun, terlihat (mmm..lebih tepat terdengar ^_^) berusaha memperhatikan intonasi suara dan kata2nya.🙂. Begitu juga sy untuk terus mematuhi hal2 yg tidak disukanya, teguh dalam meninggikan standar pengawasan diri pada Sang Khalik. Jika para istri lebih mudah menggapai ridho suaminya dengan lezatnya masakan yang tlah dibuatnya, senyumnya kala menyambut suami pulang.. ataupun pijatan ketika suami letih. Maka sy?, tentu mesti berbuat lebih ekstra lagi untuk menggapai semua itu. Slalu ada kesempatan untuk meraih pahala-kan bagi setiap istri?.

Kami juga slalu tersenyum2 jika mengenang hampir 13 bulan pernikahan kami. Keanehan emosional dan kejutan sikap yang mampu menjadikan kami pribadi yang dewasa. Kami juga trus saling mengarahkan, bahwa tak banyak pasangan yg mendapat ujian dengan kondisi seperti ini, sikapi dengan bijak.. dan awasi terus bagaimana aral rintang yang ALLAH berikan. Ogah untuk merugi. Karena langkah masih sangat panjang.

Seorang teman pernah berujar..”Klo dalam jarak jauh bisa dilewati dengan kelapangan dan kerelaan hati, insyaALLAH..dalam jarak dekat.. akan lebih mudah lagi”. Meski statemen itu belum dapat dipastikan, tapi setidaknya nanti kami sudah dapat mengingatkan satu sama lain..”Kita sudah pernah menghadapi masalah dengan saling berjauhan, mestinya dengan dekat seperti ini.. menyerah tak boleh jadi pilihan”

Besok 09.50 pagi, dengan penerbangan JT 775, kembali nafas berat lagi panjang itu mengiringi langkah perempuan dhaif ini. Masih banyak yg perlu sy dan suami pelajari. BismiLlah..

3 responses to this post.

  1. selamat yaaah.. tetep adem ayem dan penuh berkah amiiin

    Reply

  2. Mampirrrrr

    Reply

  3. Thanks yah sudah mampir ke Okkots dot com. Semoga okkots dot com bisa menghibur Amiiin

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s