Menjadi jujur

Sederhana sebenarnya, tapi tidak akan demikian jika keberanian terlucuti.

Jujur menjadi variabel langka manakala hati nurani terbudaki oleh tingkah pengecut.

Tidak sederhana..dan tidak akan pernah sederhana, ketika suatu makna berlepas dari bersih serta jernih. Ceruk berisi apapun menjadi keruh, bahkan bau hingga nihil-lah nilainya.

Sederhana, simpel..tapi tidak untuk mereka yang memegang teguh nilai2 kebaikan.

Seperti cerita sahabat Ka’ab bin Malik yang berani jujur manakala ditanya kenapa tidak berangkat perang bersama yang lain. Jika berpuluh baris  berspekulasi dgn alasan buah karangan. Seorang Ka’ab maju dengan nilai hakiki itu.

Hukuman kucil diterima, tidak sehari bahkan bertahun2..sendiri, lepas dari sanak dan kerabat.

Jujur yang menjerumuskan diri pada kepayahan, tapi justru mengangkat martabat serta nilai dirinya. Karena Maha Yang Mengetahui Rahasia Hatilah yang pada akhirnya melepas kotoran kesalahan Ka’ab, dan menjadikannya sebagai manusia luhur.

Menjadi jujur berarti berkehendak untuk bebas dari kedangkalan jiwa. Tidak akan bebas suatu jiwa jika ia belum bersih dari kebusukan dan tudingan yang dia tahu pasti bahwa Tuhan tak-kan pernah pura-pura tak tahu.

Mengebiri usia dengan menutup kebenaran jauh lebih memalukan ketimbang kesalahan yang telah dilakukan.

Menutup jujur, seumpama membiarkan borok yang terus menahu

sampai busuknya menguap menggapai langit,

hingga suatu ketika,  seisi langit muak, lalu Tuhan sendiri yang akan

menjungkalkannya pada rasa malu amat sangat.


Karena upah dari sederhana tidak lantas sederhana pula.


*@Elok, Depok, 11:10am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s