Saya, dapur dan pengalaman masak

bumbu-dapur-ab5Perempuan itu, sejaya2nya mereka diluar rumah..tetap harus bisa menjadi maestro di dapurnya sendiri.

Demikian Umi sy pernah mengingatkan. Menurutnya, kepiawaian seorang perempuan di dapur dapat meruntuhkan keangkuhan perempuan lainnya meski bergelar ilmiah setinggi apapun. Kematangan eksistensi perempuan, baginya, salahsatunya, ditunjukkan ketika mereka mampu mengukir senyum di wajah suami dan anaknya dengan lezat masakan mereka. Bukan lainnya.

Meski lahir dari rahim perempuan yang cakap dalam dapur, hingga sekarang saya belum dapat dikatakan pandai memasak. Pun dilahirkan sebagai anak tertua yang -kebetulan- perempuan, tidak lantas menjadikan sy sebagai anak teladan yang rajin bantu ibu di dapur.  Mungkin hanya event2 tertentu sj sy boleh turun ke dapur untuk membantunya. Emangnya gak boleh? He’eh.. ini karena Umi yg notabene slalu merasa menjadi ratu satu2nya di dapur, ogah banget untuk direcoki dengan tangan ketiga, keempat dst-nya. Buatnya, ruang dapur adalah ruang eksperimen tunggal. Membantunya sama sj dengan membuyarkan konsentrasi pada rumus2 mutakhirnya.  Hehehe, semoga sy tidak berlebihan.

Makanya, ketika hendak menikah, sy layangkan sikap protes pada sikap egoisme terhadap kepemilikan dapurnya yang mengakibatkan sy kurang mampu mengeksplore diri dengan urusan dapur. Terlebih lagi, suami ternyata mendamba seorang istri yang bisa memasak. Tapi karena yg di-ingini yang ”bisa memasak”, hmm, sy teuteup masuk kategori..hhehehe.

Jika Umi tak ada dirumah, sekali2 sy masih bisa mengadu nyali dengan menghadapi berbagai bahan baku masak. Sekali2 enak..sekali2 juga rasanya aneh. Adik bungsu sy-pun mengaku menyuka sayur sop buatan sy.

Nah, karena itu ketika  memasak pertama kli after nikah, sy berencana untuk buat sayur kesukaan adik sy itu. Rencananya ingin buat makan siang, ujug-ujug pas paginya suami sudah nampil di dapur dengan membuat nasi goreng, hehehe..YaALLAH tolllong..😀.

Walhasil, bukan istri yg duluan masak..yang ada malah suami. Dan lagi2, mendapat komentar pujian dari adik sy yg jago makan itu. Tinggi sy tiba2 ngerasa berkurang gitu, hiks.

Ada rasa syukur di hari itu, ternyata sy dikarunia seorang suami yg tak canggung untuk berada di dapur. Siangnya, sementara sy mengiris kol, wortel, buncis dan kentang, suami bersedia mengulek bumbunya. Dan jadilah kami partner masak yang solid.

Setelah sayur sop sudah siap saji di meja makan,  tiba waktunya untuk makan siang. Sambil menuangkan nasi di piringnya, sy masang muka sok pede klo bakal dipuji oleh suami tercinta. Pun menuangkan sayur sop, lalu lauk ikan. Sy tidak bisa bantah, klo emang saat itu rada2 worry.. dan ketika masakan pertama sy itu dicicipnya. Tanpa rasa bersalah..

”Hemm, rasanya ada yang kurang dek…kurang ngaldu ..! ”

Woalaaaahh. Slaen dapet suami yg tak emoh turun dapur, sy jg perlu sampekan, klo dapet suami yg terlalu jujur dan ogah dusta utk hal apapun. Sebagai istri yg baru sj unjuk diri, jelas2 komentarnya buat bad mood.

Karena ngerasa emoh (baca:tak sudi dikritik) dengan komentar suami, sy malah menengok ke lelaki di sisi sy.

”Gimana dek sayur sopnya?”

”Enak kak..nanti bikin gini lagi..”

Dan acara makan siang kami pun, diiringi dengan bibir maksa senyum sy, sedang suami masih sibuk mengomentari masakan dengan lidah kulinernya. Dan adik sy? Tetep lahap donks😉

3 responses to this post.

  1. hmmm, jadi laper ….

    *ngabur ke dapur bikin mi instan

    Reply

  2. hehehe,,,, seru juga yaa teamworknya…..

    Reply

  3. kalau ipit ya deen, memasak = pelarian dari rutinitas pekerjaan yg ada. kalau blank, gak ada ide, gak mood, bete, trus tukang sayur lewat ..boleh lah dipanggil trus… bereksperimen kuliner didapur…. apapun hasilnya pasti akan dimakan🙂
    Tenang deen… hanya ada 2 rasa masakan di dunia ini, ENAK dan SANGAT ENAK … selebihnya gak ada🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s