Perindu samudera

dsci0686

Aku masih ingat ketika kau sampaikan cita-citamu..

”Kak, aku ingin menjadi seperti yg Umi inginkan..”

Tulus sekali pikirku, karena kuyakin..tak banyak anak lelaki yg menggantungkan cita-citanya seperti Bunda inginkan. Bahkan diri-kupun belum tentu bisa seperti itu.

Lalu kau daya upayakan demi selaksa riang wajah Bunda kita. Dan begitu-lah. Kau-pun masuk ke kampus feodal itu dengan kekuatanmu sendiri. Kau katakan lagi..

”Kak, aku ingin seperti Abah yg melaut..”

Kecut wajahku mendengarnya. Karena mulai terpikir, anak perempuan mana yg akan kenan ditinggalkan olehmu, seperti kebiasaan Ayah pada Bunda kita. Bunda menjawab untukmu ; dia pasti-lah perempuan tangguh nun sabar.

Dan setelah 4 tahun, akhirnya kau raih cita-citamu. Kapal besar di sebuah perusahaan sedang menunggu kedatanganmu. Kau kabarkan lagi..

”Kak, aku akan arungi samudera Asia hingga Eropa..!. ”

Aku senyum melihat badan tegapmu berbalut seragam putih itu. Semakin haru ketika mengingat pernah kau titikkan air matamu depan Bunda kita sewaktu hendak tinggalkannya selama 1 tahun utk tugas PKL. Tampak bodoh skali waktu itu, badan boleh tegap lagi tinggi ternyata cengeng juga rupanya. ^_^.

”Belum hebat dik”, balas-ku ”Sebelum dapat kau seru prajuritmu membelah daratan dgn mengangkat kapal2 itu, seperti Muhammad Al-Fatih tlah lakukan di Konstantinopel..! ”

Jangan pernah berhenti bercita-cita.

@Monas, 15 oktober 08 11:00 am, catatan yg kurekam ketika menghadiri wisuda adik. Tulisannya dah basi sih.. tp sayang klo gak dipublish🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s