Surat untuk suami

suratuntuksuamiWahai suamiku..

Demi ALLAH, jika saja cinta kepada makhluk menjadi junjungan tertinggi dari tiap hamba, maka ketundukan dan sujud ini  ku hibahkan padamu.

Namun, demi ALLAH, setinggi-tingginya cinta adalah untuk Rabb-ku, maka ku menolak cinta seorang Juliet pada Romeo ataupun Laila pada Qais nun majnun, karenanya.. ajarkanlah aku mencukupi diri dengan muhabbah sbaik-baiknya muhabbah pada ALLAH yang tlah mempertemukan kita dan Rasul sebagai tauladan tertinggi kita, agar dapat kucintai kau dengan makna cinta yang paling tinggi, yakni karena ALLAH dan untuk mendekati ALLAH.

Jika kecantikan duniawi di atas segalanya, maka demi ALLAH, akan kukejar sedaya upaya meraih indah dunia ini untuk membuatmu terbius oleh keelokanku. Kupenuhi detik hariku dengan berbagai warna gincu dan celak mata.

Namun, demi ALLAH, taqwa adalah sbaik-baiknya perhiasan diri, karenanya..ajarkanlah aku memperhias-diri dengan semulia-mulianya akhlak sebagai istri yang shalihah. Yang senantiasa memperbagus lisan serta geraknya. Memaniskan diri dengan tawadhu dan kebersahajaan.

Jika kekayaan harta pantas menjadi buruan setiap jiwa, maka demi ALLAH, akan kupinta berpuluh pilar yang memenuhi rumah kita nanti. Emas dan mutiara akan menjadi rengekanku sepanjang siang dan malam.

Namun, demi ALLAH, dunia beserta seisinya ini bagai setetes air di bentangan samudera, karenanya.. ajarkanlah aku memenuhi hati ini dengan rasa syukur tiada kira dari tiap nafkah halal serta thayyibmu, dari 2,5% rejeki yang kita keluarkan, dan dari sedekah yang kita ikhlaskan bersama.

Aku mencintaimu karena ALLAH…

JazakamuLlah untuk setiap cinta, doa, sabar serta energi semangat yang trus kau kirimkan..

7 responses to this post.

  1. Subhanallah..
    Surat yang indah sekali..
    beruntunglah kau sang suami.. :))

    *salam ama suami ta’..

    deen : sudah dsampekan salamnya ^_^

    Reply

  2. huhuhuhuh, to twiiiit^_^
    kalo sy yg kirim salam ma sang suami, boleh gak ya??
    hihihihih
    napa bukan fotota bdua ma dy dipasang disitu kak?

    eniwei,
    Love will find a way…
    *dak tau mo komen apa, lum ngalamin siy, hehehe*

    Reply

  3. saya harus ngomong apa, Deen….?

    Banyak pelajaran hidup yang saya dapati dari blog ini…
    terbukti kan kalau tua itu belum tentu dewasa…??

    Tapi sungguh, tulisan-tulisan Deen setelah menikah menjadi pelajaran yang sangat berharga sehingga “rasa” yang pernah ada itu tidak luntur seiring berlalunya waktu…

    Pesan saya cuma satu, suatu saat… dikehendaki atau tidak, akan ada saat dimana kita merasa telah berkorban lebih banyak dari pasangan kita. Saat itu tiba, maka ingat kembali kalimat akhir dari tulisan di atas.

    “Aku mencintaimu karena Allah”

    Ya.. hanya karena Allah. Karena cinta itu TIDAK butuh pengorbanan.

    Reply

  4. Deen, kapan nikah?

    Reply

  5. aihhh…so sweet.🙂

    Reply

  6. Posted by feria on April 12, 2010 at 1:48 pm

    subhanallah…
    beruntungnya suami mbak..
    punya istri yang solechah..
    ^_^

    Reply

  7. sungguh beruntungnya seorang suami mendapatkan istri yg solehah….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s