Ketika puisi indah itu hendak kudengar

Saya terima nikahnya Mardiah binti Umar

dengan mas kawin seperangkat alat sholat

dan sebuah cincin emas tunai

karena ALLAH..!

ijab-kabul-by-kk1

Kami saling mengenal di awal ramadhan, lewat seorang kawan.

Bertukar data 6 hari kemudian.

Sekitar 1 pekan untuk istikharah serta diskusi ke orang2 terdekat.

Sempat idle 3 pekan, karena harus menunggu kepulangan Abah sy dari lautnya..


Awal syawal baru saling bertanya dan jawab lagi dengannya.

Bersamaan dgn itu, kembali meminta arahan dari segenap rekan dan keluarga.

Sekitar tengah syawal lgsg membahas soal waktu batas proses krn Abah sy hendak melaut lg..


Bukan terburu-buru hendak sy tawarkan.

Melainkan, menyegerakan proses, berhubung diri memilki wali seorang pelaut.

Jika ibadah dia ingini, maka langkah tlah SIAP mengarung, demikian ikrar hatiku..


Lalu ALLAH arahkan kemantapan ke hatinya.

Dia katakan SIAP itu, dan langsung membuktikan dengan meyakinkan diri ini..


24 syawal..

Dia datang dari bumi utara sulawesi sana,

bersama orangtua dan keluarga besarnya.

Mengkhitbah sosok yang bayangannya belum pernah jatuh dipelupuk mata.

Meminta seseorang yg benar2 asing, tiada pernah terdengar namanya..


Tak sempat ber-ta’aruf langsung, hanya ta’aruf kedua keluarga..


Jangankan perbedaan pulau yg menjauhkan 2 jasad.

Jika ALLAH berkehendak YA, bahkan beda benua-pun dapat ditundukkan-NYA.

Mantaplah..!, kata-NYA. Maka tiada lagi yg bs membendung tegaknya tekad..


Visi, misi, komitmen serta landasan teragung-NYA telah kami kantungi.

lantas apa yang berhak menjadi keraguan kami?..


InsyaALLAH,

Selangkah lagi..akan sy saksikan sosok sang Imam diri ini..

Sejenak lagi..tabir sang pemilik tulang rusuk yg mulai lelah kubawa ini terjawab sudah..

Sesaat lagi..ikrar dahsyat, mitsaqon ghalidza itu akan terlisan..

Sekejap, yah!..sekejap lagi..simpanan langit itu akan tercurah untukku..


Yakin, mantap, jika niat dan komitmen telah kau pancangkan di jiwa masing2,

percaya-lah.. semesta raya-pun akan bersedia menjadi pengawalmu..


*01Dzulhijjah1429H, 09:42AM, direkam ketika tenang menunggu dia dari bilik kamar, yang akan melisankan puisi indah ituπŸ™‚ …

->sebuah catatan yg diam2 ku simpan erat, bru berani posting hari ini..hehehe…

8 responses to this post.

  1. Uhuhuhu…

    Doakan saya mbak biar juga bisa melisankan puisi tersebut, segera!!
    Amiin…

    Reply

  2. Semoga rasa bahagia itu terus ada yah deen dan gak akan pernah hilang, barakallah. hee, saya pun menanti saat itu deen.

    Reply

  3. Subhanallah..

    tawwa.. ta’arufnya singkat dan padat..πŸ™‚
    salut buat kalian berdua. moga barokah..

    salam jg buat arjuna ta’.. :))

    Reply

  4. tak sekedar ikrar yang dahsyat…. perjanjian yang berat…. mitsaqon ghalizha…

    Allah membuka Arsy nya, dan semua doa-doa dikabulkan.

    Separuh agama telah dilaksanakan, subhanallah…

    Jalan menuju surga pun di depan mata.

    Barakallah ukhti. Keep istiqomah yaa….

    Reply

  5. Subhannallah.., barokallahu ukhti.. Lama nda ngunjungin blog ta, eh dpt kabar baik..πŸ˜‰
    Mg mjd keluarga SAMARA.. Amien

    Reply

  6. selamat…

    Reply

  7. Posted by Rino Sukmandityo on April 11, 2009 at 9:13 am

    masih belum bisa menerima jika nanti dipilihkan seorang akhwat oleh murabbi saya.. n_n
    semoga suatu saat nanti bisa..

    Reply

  8. Posted by Rino Sukmandityo on April 13, 2009 at 1:34 pm

    kalo dipilihkan oleh murabbi kan belum tentu saya bisa menerima (atau belum tentu merasa cocok)..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s