Belajar jadi istri[1]

istri1Seperti halnya kala pertama menjadi mahasiswa, seseorang tiba2 dituntut untuk patuh pada aturan kampusnya, ada hak dan kewajiban disana, dgn berbagai tanggung-jawab yg mesti diemban, melakukan penyesuaian2 yg mengiringnya pada pengabdian sebagai pencari ilmu di sebuah universitas. Dan demikianlah yg kini sy hadapi yakni ketika awal2 menjadi ISTRI.

Pfiuh..

Ketika akad itu terlisan sy menyadari sebuah amanah besar tlah dibebankan oleh ALLAH ke pundak ini. Bukan main sobatz, setengah agama sy ada di soalan nikah ini. Sy menolak berbagai argumen bahwa nikah itu seolah2 hanya tempat bermain2, menyenangkan diri dsbnya. No way..!

Berbagai dialektika pada diri muncul, bahwa inilah saatnya sy membuktikan ”konkret” itu. Hehehe. Teori dah seabreg2 dikantungi, dan tibanya ajang pembuktian ALLAH gelarkan untuk kami.

Sy yg dulu terbiasa mandiri dalam berkeputusan kini mesti mawas bahwa dalam gerak sy ada imam yg menuntun.

Yg terbiasa berkata lugas, seperlunya sj pada lelaki/ikhwan kini kudu belajar untuk bermanja2, bahkan belajar untuk melembut2kan intonasi suara.

Yg tidak paham dgn urusan hias menghias diri kini dihadapkan dgn urusan mengindahkan diri demi suami sebagai bentuk ibadah sy.

Yg terbiasa menutup diri secara interpersonal langsung pada kaum adam itu kini tiba2 merasa perlu banyak bersikap terbuka, lepas, dan menjadi sosok yg sebenar2nya di depannya.

Yg dibesarkan sebagai anak pertama dgn superioritas yg cenderung biasa perintah sana sini kini harus belajar menundukkan suara di depan makhluk bernama suami.

Banyak, dan terlalu banyak penyesuaian2 yg harus sy pelajari dan biasakan. Mumetnya lagi…sang suami memesan agar sy tidak lama2 dalam soalan menyesuaikan diri ini, :p, hehehe.. mudah2an tetap sabar y kanda..🙂

Dengan suami yg baru 10hari sj sy tatap rupanya, sy menyadari bahwa tidak akan mudah dalam mengemban amanah sebagai istri. Jarak tidak akan menggugurkan kemestian2 yg bisa ditegakkan semampunya. Tidak mudah, namun tak perlu kami sulit2kan..:)

Seperti biasa..doakan sj sobatz.. ^_^

6 responses to this post.

  1. Posted by bayu200687 on December 23, 2008 at 7:07 am

    good luck ajah deh….

    Reply

  2. hmm, belajar jadi istri
    jauh lebih indah jika belajar jadi bunda…SKS nya lebih banyak…:))

    Reply

  3. Posted by hik_mah on December 25, 2008 at 1:18 pm

    mmmm…diriku juga mau belajar…tapi lom nikah..gimana???

    Reply

  4. Deuh… yang pengantin baru…
    Saya juga sampe sekarang masih belajar lho menjadi istri…
    Meski sudah 9 tahun…

    Reply

  5. Hehe… Selamat ya mbak deen..:mrgreen:

    Klo mbak deen belajar jadi istri, saya juga pingin belajar jadi suami, sebentar lagi… Insya Allah
    Doakan mbak…

    Reply

  6. kalo menurutku untuk melangkah ke pernikahan saja sudah merupakan hal yang besar. Salut sama Deen.. Semoga “pembelajaran” Deen ini dapat menjadikan amalan pahala spesial yang dicatat oleh Malaikat. Luv u… ^_^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s