Refleksi 1/3 akhir ramadhan

Skenario ALLAH memang slalu indah untuk direnungi. Sekitar tahun 2001 kemarin, ingin rasanya terhitung menjadi bagian dari kampus ini. Sedaya upaya sy belajar, mengumpulkan power dan berkhayal menjadi mahasiswa salah satu PTN terbaik negeri ini. Namun rupanya, ALLAH berkeinginan lain untuk sy. Semakin muram, ketika tak ada satupun kampus dambaan yg berhasil sy masuki. 2 kampus dambaan tersebut yakni, ITB atau UI.

Tahun berikutnya, ALLAH menggerakkan langkah untuk masuk ke kampus di bandung selatan sana. Tak pernah terpikir bahkan pernah sy wanti diri utk tidak menjejak kaki di kampus yg dikenal super ketat dgn mata kuliahnya itu, pfiuh..pake seragam pula [:D]. Namun demikianlah, jika skenario ALLAH sudah bicara, hal2 yg kita pikir nonsense, bagi-NYA mudah sj.. Syukur alhamdulillah sy masuk. Dan di sanalah, sy banyak diajarkan untuk menundukkan kepala, melembutkan hati,belajar tentang simpatik serta empati, juga belajar mengenggam amanah..sy menikmati bagaimana getirnya berusaha lalu tertawa berderai2 ketika kesulitan2 berusaha memplonco diri.

Sy-pun trus berusaha untuk tetap menjadi bagian dari universitas kehidupan yg gelarnya hanya bisa di dapat dari Rabb.

Yah, mungkin 2001 dulu itu, sy masih sebatas terpesona dengan kemegahan kata ”UI” ato ”ITB”, kecongkakan menjadi atmosfer hati..berbangga diri menjadi awan2 yg memayungi langkah. Syukur alhamdulillah, ALLAH menyelamatkan diri dari kebodohan tersebut.

Dan kini, ketika ternyata harus menunggu 7 tahun lamanya utk bisa mengeyam ilmu di sini, sy berdoa, smoga kesempitan memandang itu telah meluruh.. Ibarat pegawai yg mendapat tugas melanjut pendidikan di luar negeri oleh instansinya, maka berada di sini adalah satu dari amanah dari-NYA, ada tugas yg harus sy tunaikan sebagai satu dari individu peradaban panjang ini.

Jika ke depan, kembali sy dihadapkan skenario baru dari-NYA, semestinya kesiap-siagaan tidak menjadi teriakan kosong belaka. Cukuplah ALLAH sebagai Penentu dan Penolong gerak ke depan. Hanya skenario ALLAH yg sy pinta, cukup kehendak-NYA sj yg sy ingini.. Banyak keinginan dalam hati, banyak optimis yg sy tegakkan pada tekad, banyak stok energi yg terus sy isi..tapi sy tak bisa berkilah sy pun memiliki ketakutan besar yakni manakala tak ada DIA yg peduli dgn langkah perempuan dhaif ini.

*sebuah catatan jelang 10 Ramadhan terakhir, ngabuburit di sisi danau UI sambil memperhatikan pak tua yg sedang memancing..^_^

7 responses to this post.

  1. iye, kadang jalan hidup itu tidak selalu sama dengan impian hidup.
    kata orang “saya tidak selalu dapat memiliki apa yang saya cintai, karenanya saya akan selalu berusaha mencintai apa yang telah saya miliki”..
    btw, kenapa ki mau masuk ITB? nama besarnya saja?

    sekedar berbagi pengalaman, ketika menjadi mahasiswa ITB, saya sempat terpikir alangkah indahnya menjadi mahasiswa UNHAS. bisa kuliah di kampung sendiri, tak perlu jauh menahan rindu tuk memeluk orang tua, banyak kawan ex SMA disana, dan pasti mudah dapat pacar, hehe.

    tapi itulah, jalan nasib mengantarkan saya untuk berpelesir ke Bandung, kota yang sesungguhnya tidak pernah masuk jadi kota favorit dalam skenario hidup saya. saya pernah berpikir; setahun saya di Yogyakarta (UGM) jauh lebih berkesan daripada empat tahun di Bandung (ITB). tapi kemudian, saya terpekur, adalah sungguh buruk untuk tidak berusaha bersyukur, apalagi kalau mencoba menengok ke bawah, ke impian kawan-kawan yang ‘tak jadi’ masuk ITB, semisal deen.

    ya, beda manusia, beda impian. tapi saya yakin kita semua sama mengimpikan akherat yang penuh barokah dan tentu saja; pertemuan abadi dengan sang Khalik, tempat kita akan kembali.

    deen : hehehe, matemaja’ keluarmi alumni ITB yya..😀
    dulu memang seperti itu Daeng, tapi tentu tidak semata2 spt itu..msh ada bbrp alasan2 lebih rasional utk masuk ke kampus gajah duduk waktu itu… Tapi, nyatanya langkah deen jauh dari impian itu, hati serta raga malah tergerak pada hal2 yg tidak pernah deen duga2.. Ajaib dirasa, dalam waktu singkat, tiba2..deen dah jadi mahasiswa di sekolah tinggi itu. Kun fayakun na bilang ustadz yusuf mansyur,😀.
    Alhamdulillah tidak pernah ada rasa penyesalan, justru syukur yg sangat. ^_^

    Reply

  2. Yup, skenario Allah selalu yang terbaik. Hanya DIA lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu, sesuatu yang tak seorang pun mampu menjangkauix..
    Perbaiki niat dan senantiasa berdoa memohon yang terbaik menurut pandangan Allah serta selalu memohon keridhaanNya
    Eh, sok ceramah nih oyha… ^^ maaf2..

    btw, nda mudik ki??
    o iya, pictx kok mirip danau Unhas ya?? hehe

    Reply

  3. Allah mengatur semuanya. Pengalaman yang membenarkan.
    Kegagalan, keberhasilan, kesalahan, kemenangan.. QaddaraLLah!

    Reply

  4. Selamat hari raya idul fitri

    mohon maaf lahir batin.

    Reply

  5. Posted by wahyukresna on October 2, 2008 at 10:00 am

    yah seperti itulah susahnya, ikhlas.

    jika kita mau berfikir realistis, lihatlah apakah mengenyam pendidikan di universitas2 apakah akan menghasilkan sebuah kebaikan pada kesudahannya yaitu surga?

    sedangkan janji Allah sangatlah nyata,

    taqabbalallah minna wa minkum,😀

    Reply

  6. salam ukh….happy ied mubarok first

    inilah idup ukh…..unpredictable, ful of choises…..
    saya suka kata yang menutup postingan deen… touchy ukh
    Allah selalu melihat apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan….Allah tahu yang terbaik untuk kita

    ——-hugs n kisses:)

    Reply

  7. Posted by Big on May 20, 2009 at 8:01 am

    Assalamu’alaykum wr !

    Salam ukhuwah mbak ! Ane big zaman, mahasiswa UI.

    yap, sepakat !🙂

    ~ jadi malu masuk UI, padahal kyknya gak ada apa2nya sama mbak deen..😦

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s