Harapan itu masih ada

Mulai jengah dgn kabar negeri ini. Muak ketika membaca koran2 pagi, ingin muntah dgn segera ketika di layar kaca menayangkan persoalan amoralnya para pejabat2 negeri ini. Blom selesai dgn isu hangat paman2 gembul yg berkorup ria, tiba2 media menayangkan kekejian seorang homoseksual dgn tindakan psikopatnya. Media seperti tayangan horor sj, menurut sy.

Negeri ini lambat laun berubah menjadi negeri mafia. Penuh dgn konspirasi. Tipuan harta, godaan wanita, jabatan sudah mulai rame kita saksikan di layar2 kaca. Sementara rakyat sedang berpeluh dgn kenaikan BBM, kesulitan nustrisi bagi anak2nya, paman2 gembul malah sedang berputar otak berkonspirasi utk membebaskan diri dari jeratan hukuman. Semakin miris, ketika bara hidup sdg dikipas2i oleh kasus korupsi, penjagalan, amoralnya para aleg..tiba2 muncul sosok2 bak hero yg katanya mampu menanggulangi polemik negeri ini. Bukan ampun janji2 mereka di layar tv, kita disuguhi oleh harapan indah akan hidup. Sekejap, keketiran pada negeri ini..dapat disembuhkan dgn wajah2 close-up mereka, senyum lebar nun indah. Tapi sayang, sy gak bisa seterbuai saat menyaksikan iklan politik itu, setelah mengetahui biaya bergenit ria itu ada yg melebihi hingga ratusan milyar!. Wow..!.. Sy tiba2 berkhayal, bagaimana yah..klo warga lapindo sy bisikkan nominal itu hanya utk beriklan..?!.

Negeri ini memang negeri para pesulap. Yg salah bisa benar, jika kesalahan dilakukan oleh banyak orang dan berulang. Yg benar bisa salah, ketika media mendramatisir suatu nilai. Mata bisa tertipu, sulit membedakan sapa yg terdzolimi dan sapa yg mendzolimi. Akibatnya, keluarlah kata caci dan kebencian2 terhadap saudara sendiri. Kebenaran menjadi harga yg sangat mahal di hadapan bangsa besar ini.

Agaknya kita harus semakin cerdas menyetting ulang mindset, menjadikan perihal busuk ini sebagai penyala semangat utk terus bangkit, agar tetap terus tangguh menjadi bagian dari rangkaian panjang perubahan besar negeri yg sedang sakit ini. Bukannya malah kemuakan yg menimbulkan kemogokan, kelesuan apalagi kesibukan beretorika belaka.

Di sebelah sisi tergelap selalu hadir sisi terang. Begitu pula dgn kebusukan2 yg tiap hari kita lihat dan dengarkan. Terang itu tetap hadir dalam ketenangan bertindak, dalam kekhusyukan merubah..tanpa pamrih, diam2..ampuh.  Dan disanalah berlabuh sgala harapan itu..

Berhenti menyerah dgn membungkam, bangkit..karena harapan itu masih ada ^_^.

4 responses to this post.

  1. harapan?… memang msh ada
    tp sejauh ini kita hy baru sampe pd tahap memelihara harapan itu

    yah… semoga harapan itu bkn harapan kosong

    Reply

  2. harapan harus tetap ada..
    saya yakin Tuhan masih punya stock orang baik di negeri ini…
    berdoa mi saja adek
    sambil berusaha memperbaiki diri kita sendiri dulu, insya Allah gerakan besar itu dimulai dari ayunan kecil langkah kita menuju kebaikan..

    amin..

    Reply

  3. ^,^ deen…

    ikut bergabung…. ” dimulai dari ayunan kecil langkah kita menuju kebaikan”. Kata daeng rusle…
    dimulai dengan basmallah…. pluk2 deen

    Reply

  4. Sistemnya nggak berubah sih deen
    jadi kapan saja pasti yang seperti ini akan terus berulang

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s