Metamorfosis

Menjadi karang-lah, meski tak mudah, sebab ia menahan akan sengat binar mentari yg garang, sebab ia kukuh halangi deru ombak yg kuat menerpa tanpa kenal lelah, sebab keteguhannya akan menahan hempas badai yg datang mengerus terus menerus, ia akan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus, ia akan berdiri tegak berdiriberhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad tanpa rasa jemu dan bosan

Menjadi mutiara-lah, meski itu jg tak mudah..sebab ia berada di dasar samudera yg dalam, sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan2 manusia, sebab ia berharga, sebab ia begitu indah dipandang, sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yg hitam

Menjadi pohon-lah yg tinggi menjulang, meski itu tak mudah, sebab ia akan tetap tegar berdiri di tengah bara matahari yg terus menyala di setiap siangnya, ia akan meliuk halangi angin yg bertiup kasar, ia akan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir, sebab ia hujamkan akar yg kuat untuk menopang, menahan gempita hujan yg coba menundukkan dan senantiasa memberikan bebuahan manis dan mengenyangkan, sebab ia akan memberi naungan bagi burung2 yg singgah di dahannya, lalu berikan tempat berlindung dengan rindang daun2nya

Menjadi paus-lah, meski itu juga tak mudah, sebab dgn sedikit kecipaknya ia akan getarkan ujung samudera, sebab dengan badan besarnya akan menakutkan musuh yg mencoba mengganggu, sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.

Menjadi melati-lah, meski tampak tak bermakna, sebab ia akan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan, ia begitu putih seolah tanpa cacat, sebab ia tak takut hadapi angin dan hujan, dengan mungil tubuhnya ia tak pernah iri melihat mawar yg segar merekah, ia tak pernah malu pada bunga matahari yg menjulang tinggi, ia tak pernah dengki dan rendah diri pada keanggunan anggrek dan tulip yg berwarna warni dan tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya

Menjadi elang-lah dgn sgala kejantanannya, meski itu juga tak mudah, sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit, melanglang buana taklukkan medannya, sebab ia harus melawan angin yg menerpa dari sgala penjuru, ia harus melangkah sejauh tanpa takut jatuh menukik tajam mencengkeram masa dan kembali ke sarang dgn makanan diparuhnya bersama kepak sayap yg membentang gagah

Menjadi kupu-kupu-lah, meski itu juga tak mudah, sebab ia harus melewati proses2 sulit sebelum dirinya saat ini, ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan, belajar lebih banyak berdiam untuk menunggu waktu yg tepat tentang keindahan, sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari sgala yang menyenangkan hingga tiba saat untuk keluar dan bangkitkan kebaikan

by. Muhammad Thufail Al-Ghifary – Rapper Muslim

4 responses to this post.

  1. Posted by why on July 2, 2008 at 4:47 am

    dengan mungil tubuhnya ia tak pernah iri melihat mawar yg segar merekah, ia tak pernah malu pada bunga matahari yg menjulang tinggi, ia tak pernah dengki dan rendah diri pada keanggunan anggrek dan tulip yg berwarna warni dan tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya

    mo ka jadi seperti melati…

    Reply

  2. metamorfosis untuk menjadi sesuatu yang indah… subhanallah🙂

    Reply

  3. Saya cuma bisa jadi diri sendiri..

    Reply

  4. Semua kita akan bermetamorfosis kelak… di surga-Nya jika bekal yang kita bawa cukup…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s