Waktu dan laut

Garis kerut sudah sangat mengusik wajahnya, tak kulihat lagi pundak yang sekokoh dulu, punggungnya tidak seperkasa terakhir yg pernah kusaksikan di antara tiang rumah panggung. Putaran waktu menunaikan janji pasti untuk merenggut sebagian kegagahan badannya.

Aku merindu bahasa tubuhnya yang selalu menjadi simbol lelaki bugis di benakku. Dia memang tak segagah dulu, tapi  ia juga tak akan pernah lelah menenteng kewibawaan untuk pantang dicela oleh siapapun. Rahangnya masih keras dan siap berderak pada siapa yang melanggar etika yg tidak beradab. Dan kau tahu, ia lelaki tampan yang senang membisu di tengah ramai. Bicara hanya untuk jawab.

Dan kini di tengah geliat kota yg bagiku menjemukan, aku menumbuh menjadi tidak lagi gadis kecilnya. Tiba-tiba kami terpisah oleh bentangan kesadaran kemestian berprilaku. Bergelayutan di lengannya menjadi tontonan menggelikan, merangkul punggungnya kala ia santai di bibir tambak merupakan tindakan memalukan, memungut beberapa ribu dari tangannya hanya mengundang damprat oleh Ibu. Waktu sudah cukup kejam, lautpun dengan keangkuhan luas bersekutu padanya!. Sangat menyebalkan!

Suara tercekaknya ku dengar kemarin pagi, disusuli isak tangis lalu sunyi.

Kami menyerah, waktu dan laut telah menjadi pemenangnya.

*lagi kangen ma kakek =_=

8 responses to this post.

  1. Terima kasih telah mengingatkan saya pada seseorang yang kini telah tiada. Seseorang yang dengan tubuh rapuhnya berjuang demi kebaikan generasi pelanjutnya…
    Salam kenal🙂

    Reply

  2. beruntung yah…bisa ngeliat kakek, aku aja belum pernah ngeliat kakeku

    Reply

  3. Posted by why on May 22, 2008 at 2:59 am

    jadi ikutan inget almarhum kakek, abah…. i miss u

    Reply

  4. Kakekku sudah dialam baka semua..
    semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT..
    amin………

    Reply

  5. Alhamdulillah , kemaren baru nyekar ke makamnya kakek

    Reply

  6. Posted by kyokoque on May 25, 2008 at 3:53 am

    Kenangan adalah lilin
    Menerangi kehidupan dengan cahaya kecilnya
    semakin dipotong sumbunya
    Akan semakin terang nyalanya…

    Reply

  7. salam………………..
    meninggalkan jejak dan menikmati deretan kata

    Reply

  8. Lelaki Bugis memang terkenal sangat menguasai lautan ya Deen…
    Tetanggaku dulu juga 80% orang Bugis, dan mereka semua pelaut ulung…
    Aku senang bersahabat dengan mereka…
    Selalu kebagian hasil melautnya….
    Hm… seger-seger langsung dibakar…
    Jadi rindu pada mereka….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s