Sang Murabbi siap dirilis

„Mereka yang keruh nurani, selalu melihat dengan angan-angan panjang. Seakan kematian hanya berlaku atas orang lain. Orang-orang seperti itu harus kerap diajak menurunkan jenazah ke liang lahat, melepas kerabat di akhir nafas, atau berbiduk di lautan dan gelombang yang ganas. Bila tak mempan, takbirkan empat kali bagi kematian hati nuraninya“ (K.H. Rachmat Abdullah, Beternak Mimpi)

Kemaren baru aja dikasi link ini, itu loh..trailernya filem Sang Murabbi?.. dah pada tau?…insyaALLAH bakal diputer Juli 2008.

Sang Murabbi ini mengisahkan memoar sang Syaikh Tarbiyah, Rachmat Abdullah(1953-2005). Beliau adalah syaikh yg hampir seluruh hidupnya diwakafkan di jalan dakwah. Di usia 53 tahun, beliau meninggal dalam kesejukan atmosfer bumi serta tangis dari orang2 mengasihinya. Meninggalkan seorang istri dan 7 orang anak.

Sy belum makrifat amat2 ma Beliau, pas pindah ke Bekasi doank..sebagian ikhwah di bekasi selalu aja nyebut2 namanya yg katanya kharismatik itu.

”Heh?, anti -kamu- blom kenal Ustadz Rahmat Abdullah..?”

”Blom..emg sapa Beliau?”

”Doooh, kasian deh anak Bekasi satu ini… Tau Iqro gak?”

”Hmm, naon?”

”Hmm, gini deh..tau kan Ustadz Dayat, ketua MPR kita..”

Sy cepat2 mengangguk, kebetulan sih emang idol sy.. 😀

”Nah, Ustadz Rahmat Abdullah itu tetanggaannya Ustadz Dayat, seperjuangan..pelopor gerakan jg . Beliau Qiyadah kharismatik yg bermarkas di Iqro, parah anti klo gak makrifat. Kapan2 maen deh ke Iqro, di sana basis dakwah Bekasi.”

”Oooooo…”

Setelah itu, nama Ustadz Rahmat Abdullah emg kerap sy dengar, kutipan2 taujihnya yg menjadi warna tersendiri bagi ikhwah Bekasi. Beliau adalah syaikh yg mencintai kesederhanaan, keikhlasan.. dan sungguh, tiada yg lain selain ummat yg dipikirnya. Sudah 3 tahun meninggalkan kami, tapi sy malah merasa Ustadz baru sj hidup dalam lembar gerak sy.

Maka menangislah sy, ketika menyimak trailer Sang Murabbi-nya plus malamnya langsung beli ‘n baca buku “Bercermin di Telaga Cinta Sang Guru” yg memuat kenangan ttg Ustadz oleh orang2 sekelilingnya.. semakin terperangah takjub dgn keindahan kepemimpinannya, ketawadhuannya bertindak, kesederhanaan lisannya, kelembutannya pada sesama dan kesungguhanya dalam menyikapi problematika dakwah… Di saat iring-iringan dakwah kami mulai menempuh titik kulminasinya dgn dera cobaan serta tantangan berat, Sang Murabbi kami ini ternyata telah meninggalkan kami. Beliau pergi dgn meninggalkan sepotong harap yg bernilai niscaya.

Pengen segera nonton filemnya, mencari spirit yg kadang masih sering naek turun ini..pfiuh..

Selamat jalan Stadz, perjuangan Ustadz akan kami teruskan..

2 responses to this post.

  1. klo bisa ana diberitahu info ttg film ini soalnya ana nge-fans bgt ma beliau, meski belum pernah bertemu (maklum orang Sulawesi) tapi Masya ALLAH semangat yang beliau torehkan melalui tulisan2 beliau sungguh menggugah hati ana….. dan jazakillah khair juga dah mau mampir di blog ana.

    Reply

  2. Sedih… gak bisa-bisa buka trailernya….
    Ustadz Rahmat… uraian kata-kata beliau selalu penuh makna…
    Tak ada kata yang keluar dari lisannya kecuali mengandung manfaat

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s