2 kaca yang penting

Setiap hari kita pasti akan berhadapan dengan kaca cermin. Saat berpakaian, berdandan bahkan ada yang tak bisa melepaskan diri dari cermin. Cermin adalah sahabat yang paling jujur ketika semua orang bisa saja berbohong pada kita.

Cermin akan merefleksikan diri sesungguhnya dengan cara yang paling ril, jujur serta langsung. Cermin tidak akan berbohong manakala di wajah kita ada comel noda yang mengotori pipi dan dahi.

Tapi adakalanya, di beberapa kondisi kita malah menyembunyikan sifat cermin yang kita temui setiap hari ini. Kita akan sangat arogan dan begitu pandai menipu diri dengan kilah yang indah2. Cermin diri menjadi belah ketika wajah yang kotor tak ada daya dibersihkan dengan tangan. Buruk rupa cermin di belah. Padahal sederhana saja, ikuti petunjuk cermin dengan terus mengamati lekat2 ke cermin, lalu ambil pembersih, bersihkan dengan sabar dan kembali lagi ke cermin. Bukannya malah menodong cermin2 kelabu nun kotor hanya demi kebohongan yang kita idamkan lantaran bosan dengan kejernihan cermin. Percayalah, tak akan ada teman yang lebih jujur selain cermin sendiri. Cermin wajah, cermin hati dan cermin jiwa.

Selain cermin, kita pun membutuhkan kaca jendela. Kaca ini dibutuhkan untuk terus merujuk pada sekeliling. Sesekali mengambil sudut pandang, not self centered merupakan hal penting untuk terus bersikap empati pada manusia di sekeliling kita. Tolak ukur pada diri semakin luas jangkauannya, karena rujukan pada individu2 berkualitas tidak sebatas cermin yang tiap hari kita amati, yakni diri sendiri. Jangan pernah berkenan untuk menipu d

iri (ghuru’), karena imbasnya akan melahirkan penipu-penipu baru di luar diri kita.

Kaca jendela adalah kaca yang mampu menembus batas kepada apapun yg berada di seberang untuk diteladani sgala amalannya, sgala sikap luhurnya. Sekaligus dapat mengamati dengan bijak segala perbuatan2 yang tidak bernilai luhur lagi p

enuh cela untuk kita hindari sesuai dengan keilmuan dan keimanan yg disertai akal pikir sebagai manusia. Pelajaran melihat ke luar kaca jendela akan dapat menjadi bekal dan poin penting ketika sedang bercengkrama dengan cermin diri.

Sudahkah kita memiliki kedua kaca ini dalam jiwa masing-masing?

Wallahu’alam bis showab..

One response to this post.

  1. Bahasan yang sangat bagus say…..
    Kalau perempuan sih biasanya seneng banget bercermin, jadi insya Allah kalo cermin pasti punya di rumah…😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s