Kontemplasi sejenak[1]

Apa kabar ruh yg bersemayam dalam dada?

 
Semesta gelap jua menghitamkankan jiwa

Tubuh menjelma bangkai diredupi semu mimpi

Apa kabar tangan, kaki, mata, telinga, lidah?

 

Segenap lingkar penuh tiada lelap

Tiada singgah dalam peduli dan takut

Tulang punggung melena dalam rebahan

Bukan memikul

Padahal jika ia ingin patah, remuk..maka patah dan remuklah

 

Seumpama keledai yg berpelana buruk

 

Apa kabar wahai kaki?

Yang malas terseret mencari cahya dalam gelapnya malam

Bercengkrama dengan Khalik yg sedari dulu menanti

Apa kabar wahai mata?

Rapuh namun teramat congkak untuk berpijar

Apa kabar wahai lidah?

Kelenturan yang bertemankan laghwu dan mubadzir

 

Wahai jasad, terlalu sering kau merebah..

Kaki, tangan, lidah, mata, telinga..

Apa kalian akan menghujatku di kemudian hari?

Setelah sekian lama aku memanja kalian???

One response to this post.

  1. Wahai jasad, terlalu sering kau merebah..

    Kaki, tangan, lidah, mata, telinga..

    Apa kalian akan menghujatku di kemudian hari?

    Setelah sekian lama aku memanja kalian???

    kata2 yang menusukku tepat di tengah2 hati…………..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s