kopdar di tengah hujan

Jumat kemaren, ada rencana mo ketemu dgn jeung satu ini. Sedikit agenda rumpi, kami berdaulat untuk ketemuan di akhir rutinitas pekanan kantor masing2. Sore, jam 5-an, ketemu di Grand Indonesia(GI), makan2..plus nonton, karena k’Sultra ini punya 2 tiket nonton gratis di blitz mega plex. Kebetulan, terakhir nonton sktr 7 bulan lalu. Sy memang sedang tahap jenuh dgn itu2 aja dan berharap ngobrol dgn teman sedaerah bisa membuang jauh uneg2 sempit sy soal kerja. Singkat kata, sy lagi cari pelarian baru selaen baca.Hehehe.. *pletak!..jitak kepala sendiri

Padahal ketika para co’2 sedang meraih kemenangan lewat khutbah dan sujudnya. Sy, k’Sultra ama Rara telah kongkow di foodcourt. Memenuhi hak perut. Mendadak trio rumpi lajang terbentuk, walhasil curahan hati tak terbendung hingga diskusi dikit soal eksistensi peranan perempuan pasca nikah. Halahhhh…nikah aja blom, obrolannya dah seberat gtu.

Nah, sepulang kerja, sy dan K’Sultra merasa perlu lagi menyatukan pandangan soal curhat2 tadi dan yaaah..bisa jadi diskusi peranan perempuan itu kita bahas lagi. Kekekek.. So, kami pun berjanji mo ketemuan di tempat yg sesungguhnya kami tak tahu betul dgn denahnya. Sepakat ketemu di depan pintu masuk. Maka ketika pulang kantor, melajulah sy ke TKP dgn ransel berat dan payung ijo di tangan kanan. Yeah, hujan lagi menyirami bumi jakarta, membersihkan tiap jengkal tanahnya, bermaksud menunjukkan kesenjangan miskin dan kaya lewat fenomena banjirnya. Tapi sayang, hujan tak mampu membasahi isi kepala penghuni jakarta ini. Hhh, sampe kapan hujan ya?. Langit seperti menjerit2 kosong, tak terdengar gunturnya, hanya angin yg bertiup kencang, sepatu dan sebagian rok sukses dihantam basah. Melewati jembatan komdak, anginnya makin kencang, tapi janji harus ditunaikan. Mau sy cancel?..bisa..tapi hp lagi off, batreinya habis, lagipula ini janji yg jarang, sy dan k’sultra emang sulit bertemu, dan lagipula tiket nonton gratisnya cuman berlaku di februari doank. Itu yg paling penting sih. *pletak!!..jitak kepala lagi..

Alhamdulillah, kali ini untuk janji bertemu sy tidak salah naik kendaraan umum. Sebab, sudah jadi cerita berulang, sy sering banget naek salah bus/angkot untuk janji bertemu. Bumi dan langit mungkin sedang tak berdamai, tapi sy dan rute jalan ke tujuan seakan2 sedang saling memeluk. Seisi bus penuh dengan tubuh2 basah, jalan protokol sudirman pun perlahan menjelma seperti sungai. Sempat miris, saat 2 anak gadis SMU menaeki bus dgn rupa basah kuyup dari atas ke bawah. Bukan main, mereka menaiki bus persis seperti 2 penari dgn lekukan tubuh yg aduhai naik ke pentas. Dalam batin beristigfar, sy mengamati tiap mata lelaki di sekeliling, seolah2 berteriak .. “Pandangi, maka malaikat siap menghunus pedang menusuk mata kalian!”. Salah satu gadis mendekap dada, langsung duduk begitu saja. Seorangnya lagi malah kelimpungan mencari tempat duduk dan berdiri di tengah2 lorong bus dgn posisi tangan mendekap menggigil. Bus mendadak seperti kapal dikenai ombak, berayun2.. sukses membuat si gadis ini berayun2 pula. Sy menepuk jidat, “Innalillah, musibah dalam musibah!..“. bagaimana tidak, di samping temannya itu sudah jelas2 ada kursi kosong, dan dia malah berdiri dgn kuyupnya di tengah2 kami. Thanks God, temannya yg satu itu, langsung menarik roknya dan menghentikan adegan berayun2 itu. Pfiuh.. Jakarta oh jakarta..

Bus akhirnya melambat di daerah bundaran HI. Sy melompat dan langsung bergegas ke GI, tujuan awal sy tak lain tak bukan adalah toilet. Sy membayangkan ada air, tissue dan tentunya dryer. Tak nyaman mengenakan kaos kaki basah, kali ini cadangan kaos kaki tidak dibawa. Yang terpakai memang sudah cadangannya. Laennya masih meratap langit menunggu matahari. Hiks.

Sedikit merasa kering, -thanks buat dryer creator-, sy pun menunggu di dekat pintu masuk. Tiba jam17.30 menunggu hingga jam 19.00. Insting sy mengatakan, kami tidak saling bertemu di pintu masuk yg sama. Hp sedang tak bisa menunaikan tugasnya. Sy cemenung di kursi tunggu. Tak kuat menunggu dgn dingin, maka sy menyapu semua pintu masuk GI, sukses buat sy kalut karena berharap k’sultra tidak mencari sy pula. Ini bukan di labirin seperti di filem Harry Potter, ini cuman soal menemukan pintu masuk yg tepat!. Ada si Dell di ransel, maka hotspot menjadi harapan sy. Yah, akhirnya sy masuk ke salah satu cafe, dgn harapan satu2nya bisa ngenet gratis lalu mengirim pesan lewat sapa sj yg ol untuk sampekan pesan ke k’sultra bahwa sy ada di cafe ini. Tapi tidak, tak gratis ternyata, sy perlu membeli. Uang tak punya!, maka kartu debitpun meluncur di mesin penjarah angka2 itu. Hiks…50 ribu lebih untuk pizza, roti manis dan cappucino. Sy menyumpah2 dalam hati. “It won’t be happen anymore!“. Rara dan De-Nun sy baiat untuk menyampaikan pesan penting itu. Tapi sayang, tak ada tanggapan dari k’sultra. Pfiuh.

Sy-pun makan pizza sambil menyaksikan bule yg meminta karyawan untuk men-set wifinya. Sesekali sy tersenyum karena si karyawan terbata2 merespon bahasa linggisnya bule. Tontonannya seru juga, hehehe..maklum kadang di kantor sy berada di posisi karyawan tersebut. Acakadut ngobrol linggis euy. Ternyata emang terlihat lucu yah..*minta ditimpuk penghapus papan tulis..

Usai makan, dengan semangat 45 sy melaju pulang, bus2 malam emang harus dikejar semangat, klo tidak maka siap2lah ditelan malam ibukota, sy meminta De-Nun mengirim sms, bahwa sy segera pulang.

Kejadian selalu memuat hikmah. Mungkin Rabb tak ingin kedua mata kami menyaksikan filem malam ini, atau bisa sj..keluarga sy sedang puyeng menghubungi sy karena hp off, maka sy dipintaNYA untuk segera pulang. Benar, ketika sampai di rumah..Ummi dan adik perempuan sy sedang kalut menghubungi teman2 kantor sy. Mencari sy. Ahh, entah sy harus menyalahkan diri atau hp butut ini. I’m sorry my mom and my sist.. and thanks to YOU, My Ar-Rahman..

Malamnya, sekitar jam 12 malam, sy dapet sms dari k’sultra..bahwa ia terheran2 kenapa tak bisa bertemu dgn sy di pintu masuk, dia telah tiba sebelum jam 6 dan baru meninggalkan lokasi jam7. Padahal jam segitu sy menyisir semua pintu masuk. K’Sultra mengatakan.. mungkin kita belum berjodoh saat itu. Yah, itu benar. Bukankah DIA yg paling tahu skenario terbaik.. meski lelah, sy menutup hari ini dgn ucapan syukur…Dan bumi masih sj diguyur dengan hujan. Hhh..hujan sampai kapan y?

 

10 responses to this post.

  1. hikzz…hikzz…sptnya kita memang spt main petak umpet atau spt berada di labirin.

    tp sy slalu yakin spt yg kau yakini say, jazaakillah…utk crt mengharukan ini. sy jg dirmh dikhawatirkan ibu, krn br sampe rmh jam stengah 11 dan hujan deras sekali dan mobil ke Priuk mlm itu di blok M tak ada. stelah muter2 otak akhirnya memilih utk sambung menyambung naik bus (terakhir) jalur senen lalu turun di Galur dulu, alhamdulillah br turun sy sdh dpt metromini ke arah priuk (bus terakhir jg). Pas masuk cowok smua, sempat kaget dan paranoid, tp tak lama seorg perempuan berkaus hijau menyapa “sini mba”. menawarkan duduk di sampingnya, kami kenalan dan asik mengobrol hingga tiba di tempat tujuan (dasar cewek!)

    de’, mlm itu sy paranoid sekali ngelihat org2😦

    eniwei sy msh mau lanjut diskusinya, hehehe… (tp kpn yaa?minggu ini hrs consinyering lg di Bidakara)

    sbnrnya tema rencana diskusi bkn cm itu, ada ttg hidup jg yg mau dibhs, cluenya “misorientasi”.hayyooo???

    Reply

  2. jakarta2 !!!!!!!!!!!!

    mesti di pindahkan kaya’nya

    Reply

  3. salam… apa ada di keranjang kata ni.. banyak kata untukku..salam persaudaraan ..nurul link yah

    Reply

  4. Artinya mesti cepat2 nikah nih, jeng..
    Asal jangan misorientasi saja. Hahaha

    Reply

  5. *tudang sulekka, sambil nunggu upload-an foto kopdarnya*😀

    Reply

  6. HUAH!
    Dan saya jadi tali penyambung antara sultra dan deen kekeke..
    sayang sekali sms baru dibaca sultra 1 jam kemudian..

    yah jangan kapok lah deen untuk jalan2 seusai kantoran.. lain kali.. saya temani deh hahaha..😀

    rumpi lagi yoooK!😀

    Reply

  7. hmm…mestinya saya ikut juga
    tp sayang saya kena peristiwa yang membuat semuanya menjadi beku..
    mohon maaf ade’, dan terimakasih juga atas doa nya

    Reply

  8. iyye daeng, mestinya kita ikut. biar proporsional menghadapi kedua gadis yg lg bingung baku tanya,hehehe…
    jgnki blg bgitu daeng, jd ikut2an sedihka…
    jd ingat kaceku yg mninggal ptengahan thn lalu

    Reply

  9. Posted by kerudungputih on February 23, 2008 at 12:16 pm

    sukanya kopdar…
    he..he
    salam dari wiee

    Reply

  10. hujan, dingin, enakan bobok

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s