Gontokan yang cerdas

Ternyata banyak juga karya bangsa ini yang tlah dicomot oleh negara tetangga kita, Malaysia. Sejumlah lagu daerah telah diklaim milik mereka, lagu Rasa Sayange dari Maluku belakangan yang dipakai sebagai lagu promosi wisata mereka kini sedang penuh perdebatan antara sapa sebenarnya yang empunya. Yang bertaruh mesti mengajukan bukti otentik?, well..punyakah kita?, itu masalahnya..

Rasa sayange, jali-jali, indang sungai giringgiang , injit-injit semut adalah beberapa di antaranya. Selain lagu, juga ada makanan, pakaian adat, yang sukses diaku2kan oleh pihak Malaysia.

Pernah sy berdiskusi dengan satu teman yang lagi kul di Malaysia, sy tanyakan bagaimana kondisi di sana perihal ribut2nya Indonesia ’n Malaysia, dia bilang tak ada yang heboh di sini, semuanya adem2 aja. Kurang sekali informasi yang mengemukakan soalan yang bikin geram Indonesia ini. Singkat kata, theirs life is go on.

Berarti benar banget yang dah disampekan Anwar Ibrahim, bahwa memang media di sana kurang transparansi untuk mengungkapkan kesitegangan ini, entah ada apa birokrasi di sana. Seolah2 level atas pemerintahan sana ngambil sikap ”cuek”. Tak ada follow up yang berarti dari pihak mereka. Kita-kita di sini yang panas sebelah pihak.

Balek ke percakapan dengan teman sy itu, dia bilang sebagai seorang mahasiswa jarang sekali dia disewenang2kan, meski memang ada kalanya dia dianggap sebelah mata, tapi saat dia mengaku mahasiswa dan bersuku bugis, maka pandangan atas dirinya berubah. Hmm, rada rasis juga donk artinya ya?, hehehe.. tapi emang suku bugis di sana termasuk berharga bagi Malaysia. Ada sejarahnya juga sih..

Sy tanyakan, kenapa bisa dianggap sebelah mata?, dia katakan ini karena dari orang-orang Indonesia juga, dimana kebanyakan bisnis2 kotor dimiliki oleh orang Indonesia, prostitusi, penyelundupan barang, dan TKI ilegal yang dah sering kita dengar. Orang Indonesia juga memiliki kontribusi buruk bagi Malaysia, sayangnya di Malaysia sendiri lupa bahwa selain itu Indonesia juga pernah memberi jasa yang baik bagi keberlangsungan negara mereka dalam hal pendidikan.

Serumpun yang sering disebut2 oleh Malaysia kini hanya seperti teriakan2 kosong. Serumpun?, hmm..masih bingung..

Kata orang bijak, tak akan ada asap jika tak ada api, tak bakalan ada akibat jika tak ada sebab. Percuma meniup-niup asap agar pergi, jika apinya masih saja berulah. Api harus segera dipadamkan.

Negeri kita ini negeri ramah. Sangat ramah. Apa-apa selalu dilegowokan begitu saja. Aturan-aturan negaranya sendiri kurang cinta negeri, gimana kita yang melaksanakannya juga cinta?. Lagu, pakaian, makanan adalah segelintir hak paten yang katanya milik Indonesia sudah dirampas oleh Malaysia. Now, ketika ketika kita maju ingin meng-”aku2”-kannya mereka bertanya balik.. ”Apa buktinya Bung?!”, maka kita hanya bisa menyerocos abis2an, menghina dgn kata2 kotor, gregetan ingin membangkitkan para nenek2 jaman dulu dari kuburnya, membuktikan semua itu. Apa daya bukan?. Kita memang bangsa yang masih kurang menghargai karya negeri sendiri, begitu diciptakan, dimanfaatkan maka tak ada prestise bagi penciptanya, tak ada hak paten. Boro-boro mo dicatetin di departemen tertentu, cari tau penciptanya sj masih keder. Sekarang barulah, pihak departemen heboh melist karya anak negeri, berharap tak ada lagi yang terampas. Tak terlambat, tapi suatu catatan, negeri ini masih mendepankan mengobati ketimbang mencegah.

Ada baiknya kita kurangi sj ketegangan ini, tak perlulah beradu ngotot dengan Malaysia, selain memang serumpun, ada yang sy catat baik2 dari identitas mereka, yakni sebagian besar penduduknya adalah muslim. Entah kenapa sy berharap memang ada oknum dari balik semua ini, oknum yang tak suka kedamaian melingkup saudara semuslim. Hmm, ketimbang sibuk mencari apa2 yang dirampas mereka, dan menghujat, lebih baek mengevaluasi milik sendirikan?, jika memang telah ada yang terampas, maka mari cerdas rame-rame untuk merebutnya kembali, demi menghargai karya2 negeri kita ini.

Gontok2annya yah mbo’ yang cerdas, tunjukkan klo kita ini bangsa yang bermartabat..!.😉

8 responses to this post.

  1. duh bs ngerebut lagi ga yah?
    gondok jg pas denger, lagu n budaya negara ini dcomot.. bener2 kecolongan deh.. generasi penerus mulai banyak melupakan nihh.. *gw jg :(*

    deen: iya lih, mudah2an g buat anak negeri males berkarya..😦

    Reply

  2. kabarnya lagu Cucak Rowo sama Kucing Garong juga akan diklaim loh, Deen..?
    tapi berhubung susah translate ke bahasa Malaysia, akhirnya mereka puyeng sendiri, dan gak jadi deh..
    hihihihi…
    kabar dari mana itu..? auk ah..😀

    deen: jayus mode on😛

    Reply

  3. “gontok2annya yah mbo’ yang cerdas…”

    setujuuuh mbak! jangan jadi asal cacih-makih gak jelas.. lah wong dibegituin aja mereka teteup adem ayem kok..
    apa ntar malahan gak bikin tambah panas hati, ya toh?

    deen : mereka adem ayem krn emg g tau perkara detilnya, nah.. kita2 ini yg kasian, karena tau duduk perkaranya, bukannya bijak dalam menyikapi malah brutal mencaci maki. Duuh, jangan deh.. 😦

    Reply

  4. Hi3..MalingSia.. ini kan kata mereka yang sukanya gontok2an itu😛

    Reply

  5. Posted by vie on August 25, 2009 at 3:36 pm

    emang malaysia gk tw malu,,,
    negara qt kan udah banyak menolong mereka,,,sampai mereka berkembang seperti sekarang niy,,,
    tp gk tau terima kasih,,
    malah taunya nyolong karya2 indonesia,,,

    padahal warna negara mereka juga banyak loh yg menuntut ilmu di negara kita ini,,,

    tau diri donk,,,!!!

    Reply

  6. lama lama pulau borneo di akui juga

    Reply

  7. Dengan ini saya menyatakan…… ” SAYA MENGKLAIM BAHWA SITI NURHALIZA YANG CANTIK ADALAH ISTRI SAYA “. Ha-ha-ha-ha-ha…..!!! Dengan demikian Siti Nurhaliza telah resmi menjadi milik orang Indonesia. Ha-ha-ha-ha-ha…..!!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s