Pelajaran lagi…[di awal Syawal]

4 syawal lalu, sy bersama rombongan teman2 seperjuangan yg di jakarta, berkunjung ke rumah satu sama lain untuk silahturahim..yah dalam rangka halal bil halal pasca lebaran.. Sy menemukan kebahagiaan ketika melihat wajah2 riang mereka. Wajah2 yg slalu sy nantikan ketika mengecap manisnya berukhuwah, ketika sy benar2 tau seperti apakah kehadiran sodara/i sesungguhnya. Sekejap ALLAH memberi kebahagiaan yang tiada tara di hati sy, dan sy amat2 mensyukurinya.

Sore, seorang dari kami menerima sms yang sangat mengejutkan, keriangan kami di tengah limpahan stoples2 kue kering, tiba2 menjadi kehenyakan yg membisukan mulut. Seorang sodari kami diberi ketetapan yg tak bisa dihindari oleh satu insanpun, IbundaNYA dipanggil ke haribaanNYA. Sebuah keniscayaan yang pasti semua manusia akan mengalaminya. Tapi bukankah kehilangan itu pedih?, kehilangan tiba2?..Apalagi Ibunda?, ah Rabbanaaa…

Kami bungkam, dan sy pun tak habis pikir. Sulit bagi sy membahasakan dalam diksi seperti ini, ada kelaraan mengingat sy punya simpul tertentu dengan sodari ini. Kala sy berkemelut dgn masalah, maka ia-lah salah satu persinggahan sy. Dan kini?, apakah seorang deen mampu menjadi persinggahannya, sementara ia sendiri masih sulit membayangkannya.?

Subuh ini, sebuah sms tiba di hp sy.. darinya, hanya 4 huruf, nama sy.. sy menunggu kalimat berikutnya, dgn mereply namanya juga, tapi tak sy terima jua, sy pandangi hp lekat2, kemudian bersegera bersungkur di sajadah. YaALLAH, seandainya tangan ini mampu mendekapnya bagai kilat menggapai bumi, pasti akan ku lingkarkan tangan ini dan melengketkan bahu2 ini pada bahunya. Mengirim energi kekuatan yg tidak akan pernah kuijinkan kepayahannya. Akan kueratkan simpul ukhuwahku dengannya, dan katakan bahwa ”kau kuat..kau kuat..kau kuat..”.

Kemudian, hanya sebaris kalimat yg bs sy kirim ”ALLAH sayang anti ukh”, dan berbalas ”syukron ukh” ..

Berat kepala sy tiba2 di subuh itu, sesenggukan menghadang sy, lagi2 sy temukan kelaraan itu. Ah yaALLAH, beginikah rasanya berada 1 jasad dengan sodara/i-ku?, seperti begitu mudahnya sy bahagia hanya dengan melihat lekuk senyum mereka, mudah sedih ketika ku dengar ada kesulitan di sana, atokah memang sy saja yg berkarakter mellow?. 

”Innalillahiwainnaillahirojiun. Kuatlah ukh, sesungguhnya anti kuat, hingga ketetapanNYA ini menyapa anti sekarang. Kuatlah..tegarlah, karena anti yg kukenal adalah seperti itu..”
 

*6syawal1428H-ditulis ketika kembali bertanya2 bagaimana ia sekarang. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s