Dia merajuk kembali

Di suatu malam, dia datang mengadu…

“Kak, kk g sayang lagi ma aku ya?”

“Loh? g sayang gmn?, kk sayang bangeeeettt ma dd”

“Klo gtu, besok libur saja yah, g usah kerja, kita naek sepeda bareng2 lagi..”

Ku perhatikan mata bening manjanya, disusuli kepalanya yang membenam di jilbabku, tangannya merangkul penuh tubuh letihku..

Tuhan, adakah aku terkhilaf lagi, seorang yang polos dan murni dalam melihat kondisi kini merajuk mengoceh soal kasih yang kukira tak berpurna untuknya. Mungkinkah hambaMU yg dhaif ini lagi-lagi lupa dari makna tulus dan ikhlas dalam berupaya, sehingga terlihat gurat lelah yang meresahkannya, gurat zalim yang kuperlihatkan pada orang2 terkasih di rumah..Duuuh..

2 responses to this post.

  1. mmhhh…jd ikut terhanyut ‘n merenung. kadang kita ga nyadar klo org2 tdekat kita sewkt2 mrasa khilangan diri kita,bkn keberadaan tp sikap.enaknya mengambil hikmah pd stiap kjadian🙂 met wiken yaa say…

    Reply

  2. 🙂, iye’.. nd tau kenapa deen slalu terenyuh klo dd deen satu itu mengadu ato menyampaikan sesuatu yg “tak biasa”, seorang yg menurut deen masih bersih dalam menilai sesuatu, polos dlm berkomentar, lugu dalam menyampaikan, tidak berharap balasan, hanya penjelasan yg mengenai nalar sederhananya🙂..Yup..met wiken juga nah..😉

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s