Aku gak mau dipukul kak

”Klo rukuk pake adziimi, klo sujud pake ’ala.. jadi adziimi rukuk, ’ala sujud..”

”Bukan itunya, tapi wa bihamdi-nya yg aku slalu lupa..susah banget sih kak..”

”Kgk boleh bilang susah, nanti susah beneran.. hayooo, itu biar dede masuk surga. Mo gak?”

”Mau, tapi tetep aja susah..!”

”Huh, kemana saja para penerus Sultan Tidore di belahan Papua sana, hingga di kelasnya dulu adik kecilku harus rela pulang lebih dulu saat pelajaran agama, tak didapatnya pelajaran agama yg sesuai dgn imannya. ”, batinku protes..

Lalu, kedua matanya merem melek, menghapal satu2, sekali2 diintipnya buku panduan sholatnya.

”Kak, abis ini boleh kan maen warcraftnya..”

”Iya boleh, udeh hapal aja dulu..g usah diinget warcraftnya, nanti ingetnya g tahan lama”

”Iya..iya”

Seandainya, pengertian tulus itu lebih mudah dikecap oleh anak kecil maka akan lebih mudah baginya untuk melahap hapalan demi hapalan itu. Biarlah pahala itu terkikis karena warcraft lebih dulu. Biarlah ia perlahan2 mengerti akan ketauhidannya. Hapalan yg seharusnya di hari ini dikhattamkannya, yang semestinya..dahinya sudah mampu berkali2 menyentuh bumi untukNYA. Tapi rupanya waktu yg singkat ini tak cukup untuknya. Atau justru karena sebagai kakak, aku masih begitu payah untuknya?

”Coba dihapal pelan2 dek, ndak usah cepet2.. dede tau, tanggal 22 agustus nanti, klo belom juga sholat2, kaki dede dah boleh dipukul loh.. Gimana?”

”Aku gak mau dipukul kak..”

”Klo gtu, harus semangat yah..Hayyoo…semangat2..!”

”Iya..semangat!..aku harus hapal..!”

Tak kupinta, waktu ini berputar kembali, sehingga dapat ku genggam lagi waktu2 untuk menanam pemahaman kepadanya. Kini ia sudah 10 tahun, dan bacaan itu belum juga penuh terucap lisannya, lututnya masih jauh dari tekukan rukuk, tangannya tak pula lincah menengadah padaMU.

Namun Rabbana, beri kami kesempatan dan kekuatan untuk menyempurnakan bacaan itu, hingga dia tegak berdiri menghadapMU sebagai sholat sempurna bagi hidup dan matinya..

Met milad adik kecilku, yg selalu menagih warcraft di kala pulang kerjaku.. Smoga Allah memberimu pijakan2 terbaik dalam menapak hidup ini, lebih baek..lebih dini dariku..

 

*ditulis untuk adikku, Rosihan Umar yg hari ini genap 10 tahun..

5 responses to this post.

  1. pertama, neng.
    wah kakak yang baekkk…

    *met ultah Rosihan Umar*

    Reply

  2. @vino : wah si vino ini dah 2 kali boikot posisi pertama neh😛..

    Reply

  3. selamat ulang tahun buat adeknya…
    semoga panjang umur, dan bacaan sholatnya lancar.

    buat deen, hehehehe.. postingan ini kok bikin saya merinding, ya?

    Reply

  4. hihihihih…baca ini mengingatkanku pada kurcaci2ku dirmh klo lg diajarin ngaji&doa2 pendek.
    smoga anak2 dibelahan dunia manapun mampu mengenali-Nya lbh dini dan damai di bumi (kya judul bukunya karl may,hehe…)

    Reply

  5. […] hari lahir. Sekitar pukul 16.47 nanti genap sudah usia 11 tahun ia melangkah. Jika tahun kemarin, Rehan masih sibuk ma hafalan sholatnya. Tahun ini alhamdulillah, dah bisa sholat 5 waktu..maghrib dan kadang isya-nya pun dah bisa […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s