Miris ma kondisi Mahasiswa Makassar

Pagi ini dapet lagi imel miris, berita dari kampung sy di sono, miris, sy bener2 miris bacanya, entah karena latah ma daeng-koe satu ini, yg posting nih artikel. Tapi, sy emang lagi gemes2nya ma kelakuan mahasiswa2 Makassar(tenang sy tdk menggeneralisasi smua mhs mks kok). Tinggal di kota metro spt sekarang, mo g mo, amanah sbg anak mks juga ikut2an menempel, dan dah berulang kali sy slalu ditanyai oleh rekan ttg perangai mahasiswa Mks, sy sering bingung sendiri. Mo di bela, yaah emang keterlaluan, mo g dibela, nanti g nasionalis ma daerah sendiri, buka aib..bla2, So sy lebih suka senyum terkulum2 g jelas..Au deh diartiin apaan.. Tp dalam benak mah dah gemes abis..(lagi2..)

Nah, bagi kalian tmn2 Mks, khususnya yg suka demo2(msh tdk menggeneralisasi), plis deh.. kalian tuh Agent Of Change, calon cendikiawan..!. Malu make jas almamater turun jalan, cuman buat sweeping dan bertindak g jelas, sama skali g nunjukin citra mahasiswa yang seharusnya. Helu?..Kalian MAHASISWA..berlakulah seperti MAHASISWA, klo g bisa..cabut aja dari KAMPUS.. Kampus bukan tempat manusia yang hampa nurani..!..Miris sekaligus prihatin.!..

Mahasiswa kah?… /*judulny diganti, coz jdl sebelumnya, kyknya rada2 memvonis gtu..

Tadi pagi Selasa 24 April 2007, Prof Mappadjantji dosen FMIPPA Universitas
Hasanuddin yang sedang dirawat di ICCU RSU Wahidin Makassar karena serangan
jantung, menjalankan kewajiban sebagai anak yang harus melayat mertuanya Prof.
Syamsi Lili yang jenasahnya disemayamkan di Jl Kartini. Prof MA izin keluar ICCU
dilengkapi dengan botol infus dan diantar oleh seorang suster.

Dalam perjalanan kembali ke RSU Wahidin sepulang melayat, kendaraan mereka yang
melintas di jalan Urip Sumoharjo dilarang lewat oleh mahasiswa Universitas
Muslim Indonesia yang sedang demo. Walaupun Prof MA sudah memperlihatkan
kondisinya yang darurat lengkap dengan selang infus dan seorang suster yang
mendampingi, mereka tetap tidak diizinkan lewat.

Putri Prof MA, Vita yang menyetir kendaraan mengikuti keinginan mahasiswa untuk
masuk ke jalur angkutan kota pete-pete. Di mulut pintu keluar, jalan mereka
ditutup dan diwajibkan memutar haluan kembali ke kota. Melihat kondisi tersebut,
putra Prof MA, Bayu memindahkan kayu penghalang agar bisa lewat karena ayahnya
harus sesegera mungkin masuk ICCU kembali. Bayu kemudian dikeroyok hingga babak
belur oleh mahasiswa UMI, bahkan ketika sudah masuk ke mobil, Bayu ditarik
kakinya dipaksa turun untuk dihajar lagi. Melihat putranya babak belur, Prof MA
melupakan kondisinya penyakitnya, dan bergegas menolong anaknya dengan melawan
para mahasiswa yang brutal ini. Para mahasiswa tidak lagi mempedulikan bahwa
Prof MA adalah pasien emergency, beramai-ramai menyerang termasuk menarik
kacamata yang dipakai. Mahasiswa UMI berhenti menyerang ketika Prof MA berhasil
menangkap salah satu pimpinan mahasiswa.

Kejadian yang dialami Prof MA adalah satu dari sekian banyak kejadian yang
dialami pasien-pasien dengan ambulans yang membutuhkan pertolongan darurat
menuju RSU Wahidin diantara jadwal demo UMI yang tiada henti. Begitu banyaknya,
sehingga membuat kita bosan untuk membicarakan perilaku yang sangat tidak
manusiawi ini. Inikah perguruan tinggi yang menyebut dirinya Muslim, yang tidak
punya kepedulian terhadap orang yang sakit parah. Tidak pernah ada perhatian
apalagi rasa bersalah atau menyesal dari institusi mereka, bahkan dari polisi
yang selalu ketakutan tidak berani membela kepentingan orang yang nyawanya
berkejaran dengan waktu.-

wass,
Triyatni

—-
Temen2 yg juga ikut miris..
Daeng Rusle
Daeng Marowa
Daeng Irwin
Rara
Adda

11 responses to this post.

  1. Posted by rara on April 25, 2007 at 3:54 am

    betul-betul bukan kelakuan sebagai mahasiswa.. sudah gitu, nanti itu biasa orang bilang mi sedeng.. Oknum .. oknum ..

    Halah😦

    Eh sa link nah ke postinganku ini postingan ta’🙂

    Reply

  2. Posted by RUSLE on April 25, 2007 at 5:38 am

    memang MEMALUKAN…
    Mereka yang kebetulan beratribut mahasiswa universitas MUSLIM itu, gak layak mendapatkan status MAHASISWA dan MUSLIM secara apa yang mereka lakukan jauh dari idealisasi nilai keMAHASISWAan dan keISLAMan. Otak mereka hanya penuh dengan kebencian, kebrutalan dan semuanya bermuara pada satu kata KEBODOHAN! Tidak ada toleransi dalam kebiadaban ini, seharusnya nilai-nilai yang mereka emban saat berdemonstrasi membela hak-hak masyarakat juga diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan real nya, bukan hanya jargon kosong dan cuap-cuap demi popularitas di depan kamera TV atau di media cetak. MEMALUKAN!

    Reply

  3. Posted by Anonymous on April 25, 2007 at 5:40 am

    aduh…. aduh…

    itu yang mengaku “mahasiswa”…
    sy pernah tonk jeka demo tapi dak begitu2 skali ji..

    muhammad nawir gani

    Reply

  4. Posted by boe2005bie on April 25, 2007 at 7:24 am

    mahasiswa bergerak atas nama rakyat…
    mahasiswa bergerak atas nama kebersamaan…
    dan mahasiswa bergerak tuk menolak kekerasan…
    ……………………
    entah kenapa saat mahasiswa itu bergerak…
    ko’ kekerasan itupun terjadi dan tidak terlihat lagi kebersamaan didalamnya, parahnya lagi itu terjadi kepada masyarakat awam yang tidak tau apa2…
    ……………………
    walau tidak semua mahasiswa seperti itu…
    tapi bagi yang merasa, emang patut untuk bertanya ke dirinya sndiri…
    sebenarnya buat apa dan untuk siapa sebenarnya kalo kejadian harus seperti itu….

    “bo13by”

    Reply

  5. Posted by ekoprawiro on April 25, 2007 at 9:08 am

    iya yah kok banyak orang kerasukan sekarang ya, ini bukan manusia kerasukan setan, tetapi setanG yang kerasukan manusia hehehehe

    kadang saya malu dengan kejadian seperti ini soalnya di kantor ku rame banget dan nunjukin saya, tuh ada orang makassar, saya senyum kecut aja dalam hati sialan giliran buruk saya diliat

    tapi itulah yang harus kita bayar, krena ini masalah kita smua orang makassar

    Reply

  6. Posted by deen on April 25, 2007 at 11:28 am

    @rara : oknum? se malah berharap emg bgtu ra, kan malu klo tnyata itu ulang mhs 100%.😦

    @daeng rusle : emg memalukan daeng..tapi daeng, kira2 ini terkait pengalihan perhatian dari ipdn g sih?

    @nawir : turun ke jalan, tp nd menger ma suara ny sndiri.. Itulah yg dibilang generasi bebek!, byk cuap2..

    @bobby : tanyakeun kenapa ?😀

    @k’eko : setanG yang kerasukan manusia ??.. wiihh takut ku baca ptanyaan ta’ ini k, jangan bgtu kodonk..kesannya blingsat skali mhs UMI.. :((

    Reply

  7. Posted by Ucha on April 26, 2007 at 4:35 am

    Untung saya bukan mahasiswa makassar.. Hehe.. Bangga ato malu yah?

    Reply

  8. Posted by bisot on April 26, 2007 at 6:13 am

    biadab!!!! itu aja kali yah yang pas buat orang yg tega memukuli orang tua.

    ijin nge – link degh

    Reply

  9. Posted by awi on April 27, 2007 at 2:35 am

    bukannya nda mau ikutan miris…

    tapi jujur… bosanma’ miris..

    hopelessma’ kodong…

    mereka yang berbuat…

    kita di sini yang dapat botto’na

    Reply

  10. Posted by Muhammad Ilham on April 28, 2007 at 3:36 am

    ketika nurani tak lagi bercahaya, maka kegelapan yang akan menyesatkan.

    Agak kurak bijak juga rasanya jika Mahasiswa yang disalahkan. baiknya, kita melihat masalah secara integral, sehingga tidak berkesan menyalahkan satu pihak saja.

    memang, bisa jadi yang melakukan aksi itu adalah mahasiswa, namun mereka tidak mewakili MAHASISWA secara utuh, hanya karena mereka terdaftar di suatu Universitas makanya mereka menyandang nama mahasiswa. namun secara maknawi, mereka belum pantas menyandang makna itu.

    saya miris juga ketika yang disalahkan adalah identitas ‘mahasiswa’. sebab, masih banyak kalangan ‘mahasiswa’ lain yang tidak melakukan hal demikian, malahan sebaliknya. hanya saja jumlah mereka mungkinkurang banyak, ataukah tidak pernah terekspos oleh media.

    saya pribadi masih tetap menaruh respek pada identitas ‘mahasiswa’ sebab mereka adalah pewaris peradaban, tinggal bagaimana kita bekerja sama menghilangkan hal-hal negatif yang kadang masih ada di dalam pilihan hidup kita.

    *yang mahasiswa, kerjaan berat teman2 semua adalah mengembalikan citra mahasiswa sebagai kalangan akademisi yang menyelesaikan semua masalah dengan pendekatan logika kerja nyata*

    salam,
    ur bro {Muhammad Ilham] yang masih ingin jadi mahasiswa

    Reply

  11. Posted by ocha on April 30, 2008 at 6:19 am

    memeang bener mahasiswa sekarang (tidak semuanya lho)ini banyak mulut dengan mengatas namakan kepentingan bersama tapi kebanyakan lebih banyak meuaskan kepentingan pribadi,ngomong&teriak2 nda jelas padahal nggak ngerti apa2 hanya tong kosong yang nyaaaarrriiiinnnggg banget bunyinya..wahai mahasiswa kalian itu contoh,calon cendikiawan tapi kelakuan kalian minus sekali lebih baik lepaskan atribut kluar aja deh daripd memalukan universitas kalian dan habisin duit….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s