Rindu Kampung Halaman

Tlah merangkak 4 tahun sejak sy tinggalkan kota itu, kota kesayangan sy, kota dimana sy dulu bebas bermain2 hujan, duduk lepas di tanah, bertelanjang kaki mengitari pematang sawah, menyentuh ragu2 badan kuda, mencabut kangkung dari pinggir kali dan kemudian merebusnya dengan kaleng susu bekas, menghampiri kakek sy saat tersenyum bahagia menyeret jala penuh udang2 dari empangnya…

Ahh, betapa sy merindukannya, saat sepupu sy, ani, membonceng sy dengan sepedanya, mengayuh dengan sekuat tenaganya dan bercerita jenaka ttg kelucuan nenek2 kami jika memberi nasehat.. yg menurutnya begitu kolot..begini pamali begitu pamali, begini kata org2 dulu dan begitu kata nenek2 yg sudah pergi lebih dulu, katanya anak gadis g boleh makan dengan kuah sayur berlebih di piringnya, nanti klo dah nikah, rumahnya bakal kebanjiran terus..!, hehehe.. y bisa aj bener.. klo kuah sayur nya berlebih terus sampe g terkontrol emg rumah bakal kebanjiran..hehehe..Iya kan?. Dan selama perjalanan disapa oleh org2 kampung dari balkon rumahnya.. ada juga yg di pinggir kali sedang menimba air utk mandi, … menyapa bahkan ada yg mengajak utk mampir minum teh dan makan pisang goreng.. dan bagaimana sy mengembangkan kaki saat dibonceng sambil menjatuhkan tubuh ke belakang, tangan berpegang erat pada pedal…dan biarkan udara higienis itu membelai2 wajah, mendengar derik2 jangkrik, mencium khas bau padi.. dan sesekali tersenyum kecut saat tiba2 bau kotoran kuda menyeruak, hehehe..dan setelahnya sepupu sy protes karena berat boncenganny bertambah oleh ulah sy itu.. Resiko karena kamu lebih tua dari sy..wweeckk..!, hehehe..

Dan sudah berapa kali jika mendengar kabar2 kawan2 dari kota tersebut, entahlah sepertiny sy terus membayangkan tempat mereka skrg, hati sy berkali2 merasa rindu.. ini y yg namanya rindu akan kampung halaman..??.. Namun, saat teringat kenyataan akan amanah yg sy emban skrg sbg seorang kk dan anak di kota ini, hati sy mengurut sendiri..

Bukankah..selalu ada yg indah menunggu bagi mereka yg bersabar..?

Adakah tempat itu juga merindukan langkah kecil sy??.Sebuah kampung di Makasaar, Segeri Boddie Pangkep.

7 responses to this post.

  1. Posted by Muhammad Ilham on April 9, 2007 at 11:22 pm

    kampung…mmng selalu menghadirkan sensasi tersendiri kala kejenuhan rutinitas mulai hinggap. Ada sesuatu yang murni,jujur, dalam kepolosannya yang unik

    Salam,
    your bro [Muhammad Ilham]

    Reply

  2. Posted by iDi@N - iPpEN on April 10, 2007 at 8:26 am

    ayo deen kapan pulang kampung. klo pulang kampung, jangan lupa oleh2 nya ya.hehehehe

    Reply

  3. Posted by Munawir on April 10, 2007 at 9:18 am

    mmm.. rinduka juga sama sinjaiku…

    Reply

  4. Posted by ally_fier on April 11, 2007 at 8:17 am

    Ayo pulang pulang….
    Reuni sekalian ma kita kita di makassar

    Reply

  5. Posted by agah on April 11, 2007 at 9:14 am

    wah saya mah baru2 ini kenal makassar karena istri mentor saya orang sana. Katanya kotanya islami, bener gitu?

    Reply

  6. Posted by ninoy on April 13, 2007 at 3:43 am

    hihi..jadi inget waktu lebaran kemaren deen, aku lewat pangkep juga tuh waktu mau ke wajo…eh di makassar itu lucu2 ya sapinya, kakinya pendek2 hihi postur tubuhnya juga agak lebih kecil dari sapi di jawa ya🙂

    Reply

  7. Posted by Adink on April 18, 2007 at 11:56 am

    I want my Sidenreng….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s