Anggota DPR kembali ke laptop

Walo tak belajar politik, walo sy tak cukup mengerti tata perundang2an negeri ini, tp otak waras sy cukup mengerti fungsi utama DPR sebagai lidah rakyat. Dan pertanyaan besar untuk mereka, wahai pejabat2 DPR yg lapar melulu..”DIMANAKAH RASA MALU KALIAN..!!”..

Sy benar2 mulai muak dengan tingkah mereka, bagaimana mereka mementingkan rakyat, jika mereka tak turut merasa yg rakyat rasa. Lalu dimanakah hati nurani itu saat mereka mengiyakan untuk menerima pengadaan laptop seharga 21juta..!!!, logika sy pun mulai berjalan,… apakah iya ..seorang seperti mereka bener2 belum mempunyai laptop??.. 21 juta..??.. yg totalny menjadi 12,1 milyar..!??..lagian juga apakah mereke ngeh gtu ngoperasiin laptop seharga 21juta??.. untuk urusan apakah sampe harus ada 21 juta itu, pejabat DPR dengan laptopnya?..klo ngetak ngetik bukankah terlalu keterlaluan..!!?? wong mereka banyak yg gaptek..!!!.. wakil DPR kanibal..!!!

Jelas tak ada korelasi yg kuat antara kinerja dengan pengadaan komputer jinjing tersebut, saat rakyat dikecewakan dengan sejumlah korupsi, mengeluh dengan produktifitas yg jauh dari harap, mereka dengan gagahnya mengatakan ”Ini sudah ada di APBN”, -@..rasa2nya pengen langsung majuin ‘n say..”Trus nape..??.. g tau apa yg bayar kalian tuh rakyat..!!, wong edan..!!!”..#%#$^$%*@$

Kurang sayang apalagi coba rakyat ma mereka, gaji yg besar, sekretaris pribadi, tim ahli profesional, sopir pribadi, komputer di tiap ruang kantor, perpustakaan lengkap, rumah mewah lengkap dengan kolam renangnya, ac dan sofa yg nyaman utk mereka… sekiranya kurang sayang apalagi y?.. padahal yg namany wakil tuh yah manut ke yg bukan wakil. Iya toh??.. Wakil kepsek manut ke kepsek, wakil direksi manut ke direksi.. tapi ini jangankan manut, nyatuin pemikiran aja nd..!,malahan terbentuk kesenjangan antar wakil dan rakyatnya.. Bukan hanya kesenjangan sosial, tapi kesenjangan pemikiran dan logika.

Dimanakah titik temu dalam keputusan laptop sebanyak 550 buah ini…???..Apakah karena itu sudah dana APBN, maka tak dapat direalisasikan utk keperluan mendesak. Dimana nurani itu.? saat rakyat Lapindo menjerit2 karena mengungsi di sana sini, kekurangan gizi di mana2, ratusan hektar sawah di Tuban yg siap gagal panen, ..aarrrgghh..jd gregetan klo mo dipikir2..

DPR itu emang Dewan Pemeras Rakyat.. Hemm..-?..jangan2 anggota DPR pada kena wabah Tukulisme, yg pengen jadi pelawak kembali ke laptop. Pasti lucu..!!!, hehehe..

->Ditulis saat deen satres plus gregetan ma ulah wakil rakyat negeri ini…Aarrrgghhh..!

4 responses to this post.

  1. Posted by Muhammad Ilham on March 26, 2007 at 12:04 pm

    politik,tidak sesederhana yang sering kita logikakan. Terkadang, ada sesuatu yang menurut pertimbangan akal sehat kita sangat tidak rasional, tapi di satu sisi sebenarnya sangat dibutuhkan.

    Saya termasuk yang sepakat kalo anggta DPR kita punya Laptop. Terlalu banyak petimbangan, salah satunya adalah, semua tumpukan undang-undang, keppres, PP, PPUU, dll yang memenuhi berkas arsip di lemari Senayan sana bisa diringkas dalam bentuk file digital. Nah sehingga memungkinkan mempelajarinya lebih cepat. sehingga tdk ada alasan lagi untuk malas membaca.

    Eits…tunggu dulu, jangan protes dulu,hehehe.
    Hanya saja, semua itu harus dibarengi dengan kemampuan penguasaan teknologi oleh para aleg kita, sehingga tidak ada lagi istilah GapTek.

    Nah, makanya yang dibutuhkan di sini adalah kesadaran kita semua. Kepekaan hati nurani aleg dan rakyat, agar tidak saling memposisikan diri sebagai lawan. Gimana mau membangun kalau rakyat dan pengambil kebijakan tak pernah akur? Iya toh? Hehehe.

    Bukan membela anggota DPR [coz saya sendiri juga sdh jengkel setengah hidup sama mereka] hanya saja, yang kita butuhkan sekarang adalah solusi, bukan lagi sekedar teriakan lantang dari luar sistem. Saatnya kita yang mengendalikan negeri ini, bukan lagi orang-orang yang kayak mereka. nah semuanya bisa dimulai dari sekarang, dengan mencermati siapa2 politisi dan partai yang masih berpolitik dengan nurani.

    ada pelajaran dari satu sisi sejarah, ketika seorang khalifah memimpin suatu negeri, maka rakyat ramai2 mendoakan agar sang khalifah mampu memimpin mereka dengan benar dan dijauhkan dari fitnah harta dan kedudukan. Sudahkah kita seperti itu?🙂
    Dan, Allah sendiri sudah mengingatkan kita bahwa yang akan diangkat menjadi pemimpin di suatu negeri, itu mencerminkan rakyatnya sendiri. So, jika prilaku elit politik kita banyak yang ‘salah jalan’, ini menunjukkan rakyatnya pun banyak yang ‘salah jalan’

    Keep spirit🙂

    Mo komen banyak sebenarnya, cuma takutnya malah jadi satu artikel,hehehe. Kayak waktu masih aktif di Lembaga Kemahasiswaan kemaren😛

    Salam,
    your bro [Muhammad Ilham]

    Reply

  2. Posted by Pipi on March 28, 2007 at 8:54 pm

    Sebenernya ga masalah sih kalo mereka pengen punya laptop, apalagi kalo laptopnya menunjang kerjaan beliau-beliau di DPR sana. cuma ya apa ga bisa kalo ga pake uang rakyat, ya beli laptopnya pake duit sendiri atuh.. kan kebayang buat beli 550 laptop kalo ga salah dananya 12,5 milyar heuheuheu.. mending buat para pengungsi tuh.
    Tapi alhamdulillah akhirnya dibatalin juga, dan semoga ada kejelasan aja tuh uang akhirnya dipake buat apa..

    Reply

  3. Posted by iDi@N - iPpEN on March 30, 2007 at 9:59 am

    heuhueueheue.. tuh para anggota DPR mo cari tambahan sampingan.. mo buat acara yg kayak dibawain Tukul…. kacian. tapi gagal.. dan akhirnya Tukul tetep jadi pembawa acaranya.. gak jadi di gusur ama anggota DPR…. klo gitu yuuk. kembali ke Lap….? Top😀

    Reply

  4. Posted by ally_fier on April 1, 2007 at 4:29 am

    Wah pelawak kayaknya emang wajib punya laptop. Sayangnya pelawak yang di DPR tuh ga lucu sama sekali. Mending juga nonton tukul. *nyambung kata dari kompas*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s