Lady In Red

Seorang perempuan berumur baya, dengan baju lusuhnya berjalan mengitari etalase2 toko pakaian disuatu mall. Tampak diwajahnya antusias melihat model2 baju yg sedang terpajang. Walo baju2 tersebut tidak melekat dibadannya, cukup di patung peraga, matanya memancar bahagia seolah ia lah pemiliknya.

Baju yg ia pakai memang tak sebagus baju2 tersebut, tampak lusuh, berwarna merah, nampak beberapa bekas sobekan dan noda. Ia hanya membawa sebuah tas warna senada yg tak ubahnya seperti kresek yg sudah pantas dibuang. Tas merah tua itu, ia jepit diantara lengan dan ketiaknya. Dia tau pasti, tidak banyak yg bisa dia lakukan ditempat seperti itu, dia hny sedang benar2 menikmati sesuatu yg tak pernah diliatnya dijalanan sana. Terus melintas ke salah satu toko pakaian wanita, hingga ia menemukan sebuah gaun yg dianggapnya paling indah diantara baju2 lainnya.

Diamat2i-nya gaun tersebut, tak bosan, dia pun memutuskan masuk ke toko tersebut utk sekadar menanyakan berapa harganya, mungkin saja suatu hari dia bisa membelinya, pikirnya
Seorang pramuniaga toko tersebut menghampirinya

“Kami sedang diskon bu utk semua koleksi”
Dia hanya tersenyum seadanya..
“Sssayaa.. boleh coba yg itu”, ujarnya seraya menunjuk sebuah patung bergaun santai merah muda dgn pita di pinggangnya, dan bertopi lebar dihiasi beberapa bunga dgn warna senada yg sedang berdiri di etalase”. Entah kekuatan apa, hingga pertanyaan itu terlontar, ia hanya terlalu senang hingga ia lupa pertanyaan yg ia niatkan..

“Tentu, tentu saja”

Wanita itu terperangah, ia pikir ia akan menerima ejekan sinis, yg kemudian pramuniaga itu akan mengusirnya.

“Mari bu..ikut saya ke dalam”, pramuniaga itu mengajak sambil tersenyum.

“Ibu tunggu disini, sy ambilkan gaun itu”

“Iya..”, ia membiarkan matanya liar melihat ke sana sini, semua baju nampak begitu bersih dan indah… Ia benar2 sedang menikmati andai2nya..

Tak lama pramuniaga itupun datang dengan baju tersebut lengkap dengan topi lebarnya.

Ia pun mencobanya di kamar pas, keluar dari kamar pas, wajahnya tak sesemangat lagi saat ia masuk.

“Kenapa bu?? ..apa kekecilan??”

“Iya kekecilan, sy tak hampir tak bisa bernapas karenanya”

“Oh tunggu..”

Pramuniaga itu cepat2 mengambilkan segelas air mineral untuk nya.

“Silahkan ibu minum dulu, sampai kami mengambil ukuran yg lebih besarnya”

Ibu itu terheran2 dgn kebaikan pramuniaga tersebut, dia sendiri tahu pasti tak ada satupun helai gaun di toko itu yg dia sanggupi beli. Tak juga kain serbet sekalipun. Tamu2 toko yg laen pun mulai memandang aneh ke arahnya.. Namun, dia tetap duduk, menunggu pramuniaga itu datang.

Pramuniaga itu pun datang dengan gaun yg sama hanya saja ukurannya tampak lebih besar.
Wanita itu kembali ke kamar pas, lama sekali ia didalamnya.

“Bagaimana, ibu suka??”

“Iya, saya suka sekali”, riangnya

“Ato mungkin ibu ingin mencoba koleksi kami yang lain??”

“Boleh kah??”

“Tentu saja boleh”

Satu persatu baju di toko itu ia coba, dan pramuniaga itu dgn setia melayaninya. Tak jarang pramuniaga itu mengecek stok apakah ada ukuran yg sesuai dengan tubuhnya.


Hingga saatnya, wanita itu kelelahan, ia merasa sudah cukup dengan petualangannya..
“Bagaimana bu??.. baju mana saja yg ibu suka??”

“Sssayya tidak mampu membelinya, sy hanya ingin mencoba2nya saja..”, gagap ia berbicara

“Oh, tidak apa2 ibu.. mungkin laen kali ibu bisa kembali ke toko kami, terima kasih atas waktunya”

“E…ee..iya”

Pramuniaga itupun mengantarnya hingga ke pintu toko, ia kembali tersenyum dan berkata Terima Kasih.

Wanita itu pun berlalu, walo diwajahnya tergurat rasa sedih karena tak bisa memiliki gaun2 tersebut, dihatinya merasa sangat puas dengan kebaikan pramuniaga yg melayaninya tadi.

Seorang tamu mall melihat pramuniaga tersebut melepas wanita itu. Ia menghampiri dan bertanya
“Kenapa tidak anda suruh pulang saja wanita yg tadi, dari penampilannya kan dah terlihat dia tidak akan mampu membeli satupun gaun di sini??”

“Sy hanya sedang menjalankan tugas sy pak, tugas sy adalah melayani semua pelanggan dengan baik, terlepas dari penampilannya.Saat ibu itu masuk ke toko kami, saat itu lah ia menjadi tamu toko ini, apakah karena ia berpenampilan seadanya maka sy berhenti melaksanakan tugas sy..??Sy hanya ingin menjamin, ibu itu nyaman di toko.”, senyumnya..

Cerita ini kemudian menyebar dari mulut ke mulut, bahwa ada seorang pramuniaga yg teramat profesional dgn tugasnya di sebuah toko gaun wanita “LADY”. Hingga toko tersebut dari tahun ke tahun mengalami kenaikan omzet, dan menjadi salah satu tokok gaun terlaris dikotanya.


Sebuah cerita yg deen denger dari radio, real story loh🙂..tp lupa di kota mana, deen tulis kembali, untuk kembali mengingatkan diri bahwa tak satupun manusia di bumi ini yg pantas diperlakukan berbeda, Bukan..bukan untuk orang2 itu, tapi untuk deen.. Karena itulah TUGAS deen, TUGAS KITA SEMUA.. Memperlakukan tiap manusia dengan baik..🙂

4 responses to this post.

  1. Posted by Muhammad Ilham on January 3, 2007 at 3:34 am

    hehehe, makanya jangan bosan-bosan melayani pemake telkomel😀

    Salam,
    Muhammad Ilham

    Reply

  2. Posted by Munawir on January 3, 2007 at 5:18 am

    jadi ingat cerita di film PRETTY WOMAN… waktu itu julia robert diusir dari toko karena pakeannya nda karu-karuan… pas pakeannya udah bagus… eh dilayani baek2 sama itu penjaga toko… hehhehe

    Reply

  3. Posted by arham_kendari on January 6, 2007 at 11:32 am

    Jadi ingat sandiwara radio “butir-butir pasir di laut”..
    masih ada yang muter nggak yah..?😉

    Reply

  4. Posted by ruslee on January 11, 2007 at 12:21 am

    masih inget drama radio Tutur Tinular dan Saur Sepuh..
    *halah, apa hubugnannya…hehehe*

    good story Deen, mestinya memang kita harus berlaku bak penjaga toko itu…melayani tanpa harus bertanya pantas apa ngga…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s