MET HARI IBU, UMI..:)

Diantara bersaudara, mungkin sy-lah anak yg paling keras, keras hati dan keras kepala. Ampir 23tahun sy dititip di bumi ini, mungkin sy lebih sering berseberangn dgn umi n abah. Beberapa kali dlm hidup, sy pernah nekat utk kabur dari rmh, merasa emoh dibatasi ini n itu. Egois, yah..mungkin karena itu, perangai dasar sy(damn..!), sy slalu ingin terdepan dalam hal apapun, sy punya tabiat tak terbiasa dgn kata ‘mengalah’, apalagi ‘kalah’. Hingga kini, saat dewasa itu menegur, kala nurani itu pernah membentak diri, saat syukur itu mengajar diri. Sy pun perlahan melunak, dan sy akui perjalanan itu sy lalui karenanya. Karena seorang Umi, yg juga tak kurang kerasnya pada sy. Sy memang tak sering mendapat umi terkasih sy dalam kelembutan seperti puisi2 ato cerita2 bunda lainnya. Sungguh, beliau tak seperti itu.

Kadang, dalam renung, sy pikir jika umi lembut mungkin sy akan lebih bertingkah, sy akan lebih memberontak, sy akan lebih seenak dewe. Umi mmg keras, tp bukan berarti sy hampa dengan lembutnya, pernah saat belum benar2 tertidur, umi datang dan menatap sy dengan lekat2. Entah, doa apa yg sedang beliau gumamkan, kemudian menarik selimut utk menutup diri. Padahal, sebelum malam itu, sy sempat berdebat(baca:ngotot2an) panjang dgnnya.

Kini, jika sy menemukan perbedaan pendapat itu, sy buka halaman ‘Kenapa sy sayang Umi??’, yg sudah sy list satu2 dicatatan harian.. ttg saat2 sy pernah berada di kandungannya, hingga sekarang. Halaman2 itu memang tidak melukiskan semuanya, namun saat emosi ini meninggi, dan tiap poin tsb sy baca, Alhamdulillah bisa melunakkan hati ini. Ahh, pengorbananmu mi..🙂

Hhh, Makasih Rabb, makasih telah menitipkan sy padanya, seorang Umi yang senantiasa mengerti perangai anak2nya. Apa ya kiranya bakti yg setimpal dengan cintanya.


YaRabb, kupesan sebidang tanah di surga sana, berdiri sebuah rumah mungil, dengan halaman yg sejukkan mata dan hati, penuh dengan tanaman2 yg bisa dijadikan bumbu masak olehnya(umi senang sekali masak, dan beliau slalu bermimpi memiliki taman yg penuh dgn tanaman kunyit, lengkuas, daun kemangi, yah spt itu Rabb), kamarnya berjumlah 5, 4 laennya utk kami, tak perlu besar, bahkan jika umur ini singkat, 3 kamarpun tak mengapa, 2 laennya utk 2 pasang anak beliau, kata umi jikapun kami sdh berkeluarga,beliau masih bisa melihat kami dgn kamar2 yg tlah kami tata sendiri🙂, dapur yang luas utknya bergerak saat beliau menikmati sisi keibuannya, lalu didekatnya ada sungai yang mengalir, dengan air jernih, kandang itik dibelakangnya, tak jauh dari mesjid, agar selalu terdengar adzan, (jka terdengar, umi slalu merasa ada suasana idul fitri), kembali bertetangga lagi dengan kerabat dan sahabat karena cinta kami pada-Mu. Untuk mereka. Umi, umi, umi & Abah.

Boleh kan Rabb..??

Tulisanku untuk hari IBU.. 22 desember..
Met hari IBU, umi..Thx for all..^_^

9 responses to this post.

  1. Posted by Anonymous on December 14, 2006 at 6:27 am

    deen,
    kalo jari-jari saya jempol semua….
    gua acungin dech buat loe semua….
    Postingan mu ini mantap kali…

    Sempat berkaca-kaca mata ini membacanya.
    Belajar dari mana sich… nulisnya?
    Atau karena ditulis dengan tulus sehingga
    betul-betul menyentuhhh….

    Jadi ingin pulang ke kampung halaman
    Lalu mancium tangan Ibunda tercinta
    Nnyaaaaaaakkkk….
    Maafin dosa-dosa anak mu ini…
    “Slamat hari Nnyaak” yah eeh “Hari Ibu” maksudnya…..🙂

    Reply

  2. Posted by Anonymous on December 14, 2006 at 6:32 am

    deen,
    kalo jari-jari saya jempol semua….
    gua acungin dech buat loe semua….
    Postingan mu ini mantap kali…

    Sempat berkaca-kaca mata ini membacanya.
    Belajar dari mana sich… nulisnya?
    Atau karena ditulis dengan tulus sehingga
    betul-betul menyentuhhh….

    Jadi ingin pulang ke kampung halaman
    Lalu mancium tangan Ibunda tercinta
    Nnyaaaaaaakkkk….
    Maafin dosa-dosa anak mu ini…
    “Slamat hari Nnyaak” yah eeh “Hari Ibu” maksudnya…..🙂

    Reply

  3. Posted by Muhammad Ilham on December 14, 2006 at 9:37 am

    waduh, deen…
    bikin sy makin rindu saja ketemu my mother segera🙂

    Memang, ga ada kata yg paling indah bagi seorang anak selain kata;IBU karena bakti dan kasih sayang kpd anaknya yang tak pernah putus, bagaimana pun karakter dan banyaknya dosa serta kesalahan yg menyakiti hati dan perasaan yang dilakukan anak kepadanya.

    Ibu, sumber mata air inspirasi yang tidak pernah kering. Tak bisa digantikan oleh semua harta dunia.

    Meskipun, belakangan banyak hal yang cukup memiriskan juga tentang kata IBU ini. Di mana wanita2 yang mengandung bayi malah meng-aborsi mereka sebelum sempat menikmati terangnya mentari dunia. Yah, maybe mereka memang belum diberi KEHORMATAN untuk menyandang gelar IBU.

    Btw, kapan deen jadi ibu? Hehehe, Ilo doakan secepatnya😀

    Salam,
    Muhammad Ilham

    Reply

  4. Posted by nico wijaya on December 17, 2006 at 9:16 am

    assalamu’alaikum..lamm..kenal..keep blogging🙂

    Reply

  5. Posted by Munawir on December 18, 2006 at 8:57 am

    jadi langsung rindu sama maceku…

    Reply

  6. Posted by ruslee on December 20, 2006 at 8:20 am

    iya…jd kangen ama Aji makunrai…..

    Reply

  7. Posted by ruslee on December 22, 2006 at 6:05 am

    SELAMAT HARI IBU, DEEN….
    Anakku,.
    Bila ibu boleh memilih
    Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
    Maka ibu akan memilih mengandungmu.
    Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

    Sembilan bulan nak,. engkau hidup di perut ibu
    Engkau ikut kemanapun ibu pergi
    Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
    Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata.

    Anakku,.
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
    Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
    Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
    Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
    Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
    Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
    Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
    Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

    Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
    Saat itulah. saat paling membahagiakan
    Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
    Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
    Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

    Anakku,.
    Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
    Maka ibu memilih menyusuimu,
    Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
    Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
    Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

    Anakku,.
    Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
    Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
    Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

    Tetapi anakku.
    Hidup memang pilihan.
    Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
    Maka maafkanlah nak.
    Maafkan ibu.
    Maafkan ibu.
    Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
    Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
    Percayalah nak.
    Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
    Percayalah nak.
    Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu.

    Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)
    Jakarta, 21 Agustus 2004

    Reply

  8. Posted by pyuriko on December 22, 2006 at 12:58 pm

    Selamat Hari Ibu,…
    peluk dan cium untuknya,…

    Reply

  9. Posted by ruslee on December 26, 2006 at 1:55 am

    Hari in hari Ibu, Ajiku sayang,
    aku hampir yakin dirimu tidak akan sempat membaca tulisan ini,
    ketika kusadari dunia mu hanyalah selebar petakan rumah kita di Panampu, sepanjang jalur pete-pete atau becak yang kau nikmati ke kios mu di pasar Butung
    atau sesekali kau susuri jalan panjang ke sengkang dan palopo, menebar cinta dan pelukmu di sana…
    aku tahu duniamu hanyalah dunia dengan keterbatasan seorang ibu yang tak seluas dunia anak-anakmu,
    ketika anak-anakmu menggapai dunia dan menyusuri negeri-negeri nun jauh; padang, aceh, balikpapan, pontianak, jambi, bukittinggi, jogja, jakarta, bogor bahkan ke cina, engkau hanya diam termangu mendoakan kami di duduk sila mu, sambil memilin benang dan manik-manik di jemari renta mu, tanpa tahu negeri apa gerangan yang telah mengangguk hormat pada anak-anakmu
    di benakmu, hanya keselamatan dan kenangan masa kecil kami yang kau hamparkan sebagai kota kecil di dalam surga impianmu…..

    tak ada internet, blog, tv kabel, piala dunia, fashion tv, hiburan pop dalam ingatanmu,
    …bahkan nama gelar dan strata pendidikan yang kami raih pun tak kau pahami bagaimana mengejanya,
    walau itu tercapai karena infus harapan yang kau suntikkan tetes demi tetes ke darah muda kami..
    bahkan kadang kau lupa mengartikan hiburan selain membuat anakmu tersenyum dalam raihan keinginannya..
    hanya sekelebat haru dan perih yang kau rasakan mengarungi hidup membesarkan kami

    namun dunia yang kau miliki adalah dunia terindah dengan hamparan semangat yang tak berbatas,
    dunia yang tak mengenal menyerah walau hanya dalam diam, ketika air mata dan kata pun tak mampu menyingkirkan derita mu…
    dalam diam di kota yang jauh dari mu kini, teringat berjuta kecupan yang telah kunikmati sejak dulu, meraih dahi dan lenganmu untuk kucium dengan harum wangi terindah di jagad ruhani ku,
    ketika diriku meletakkan mata yang berlinang dan hati yang bergetar ketika mengingatmu,
    benak ini lirih memanjat doa kepada sang Cinta
    Tuhan, kuatkan daku tuk menghadirkan senyum tulus dari bibir nya…
    dan kupersembahkan yang terbaik dalam dunia tanpa batasnya…..
    dan biarkan hanya Kau dan daku yang tahu…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s