Pagi ini…

Ya Rabb,

Pagi ini ketika hendak menuju kantor, di bus.. aku melihat seorang perempuan hamil, ia tidak memilih salah satu kursi yang masih begitu lengang, tapi tetap berdiri di tengah lorong bus.. ternyata ia bukan penumpang, ia pengamen..
Bukan rupa yg ku amati, atopun alat musik sederhana ditangannya.. melainkan perut buncitnya..
Ia masih begitu muda dgn tubuh yg seperti itu..tubuhnya tak lebih besar dariku.. kecil.
Ku baca tulisan pada amplop putih yg kosong di tangan ku, yg lebih dulu dibaginya, ia mengumpulkan uang untuk kelahiran bayinya.
Nggak kok..aku nggak berpikiran negatif darimana datangnya si mungil itu hingga wajah ku masam kepadanya… atopun bertanya manakah sang Ayah??.. begitu tega biarkan ia seorangan…

Aku teringat pada umi-ku tersayang
Yup, ia pasti melakukan apapun demi-ku. Demi mengantar-ku ke dunia indah ini. Mengenalkan-ku dengan-Mu yang begitu agung.. mengajarkan-ku menyebut nama-Mu.. mengenalkan-ku pada air, udara, matahari.. dan mengajarkan-ku mengumpulkan bekal untuk kubawa sebelum bertemu dengan-Mu kembali.. dan tentu Abah yang senantiasa di samping-nya
Lama sekali ku liat perutnya, hingga ku sadari si empunya merasa risih. Ku palingkan wajah ini seketika dari-nya.
Aku masih saja melamun, hingga kurasa ada yg menarik amplop putih dari jemariku. Rupanya ia menagih, mukanya begitu tawar.. cepat2 ku sisipkan beberapa rupiah(tak seberapa memang). Tak lupa ku sisipkan pula senyum ini.”Trims, jadi salah satu jalan untuk mengingatNya”.
Turun. Kulanjutkan dengan angkot. Kuseberangkan diri ini terlebih dulu untuk mengambil salah satu angkot. Dari belokan yg tak jelas kuliat. Tiba2 sebuah motor melaju cukup kencang menujuku. “Astagfirullah”, pekik kecilku. Kuhenti langkah. Ku tutup mata. Kubuka kembali. Dan.. motor itu sudah terdiam persis di depanku. Pengendaranya tampak mengumpat2ku dari balik helm hitamnya. Aku malah tersenyum. Hehehe.. trims y pak.
Alhamdulillah.Rem yang bekerja baek, refleks pengendara motor yg baek.. adalah ijin-Mu ya Rabb, Ar-Rahman.. Huwaaa..makin sayang pada-Mu
Sukses dari menyeberang, kulanjut dgn angkot. Lagi2 kutemui, tangan yg menganga ke atas. Kali ini bukan dari tubuh ringkih, tapi dari tubuh seorang pria berbadan tegap besar, di sekujur lengannya penuh dengan ukiran tato. Dua jari tangan kirinya memegang sebatang rokok yang sudah setengah habis diisapnya. Dia duduk di samping pintu angkot. Tak lupa ia mengamankan rokoknya dengan menyelipkannya di sisi pintu terdekat dengannya. Rokoknya tetap menyala. Matanya tiba2 sayup, omongan ngawurnya pun terdengar. Ia menyalahkan nasib. Pekerjaan di jkt sulit didapat, katanya. Usai bicara, tangannya pun mengitari di depan kami, penumpang angkot. Tak ada satu receh pun yg ia dapat, tidak juga dari ku. Dia pun turun, tentu tak lupa dengan rokoknya. Berlalu. Sopir angkot ku pun tiba2 mengumpat “Dasar Pemalas..!!!”.
Aduh ya Rabb, aku belum bisa mencontoh Rasul-Mu yang pada berbadan tegap sekalipun, beliau tetep memberi. Bahkan, rela memberi jubah pada sapapun yang beliau pikir lebih butuh. Aku belum bisa seperti itu, Y Rabb…Latihan menundukkan big ego ini begitu panjang rupanya.
Turun dari angkot. Ku lanjut dengan berjalan kaki. 100-200 meter. Akhirnya tiba juga ke ktr. Ku salami satpam yg sedang menjaga. “Assalamu ‘alaikum, pak”..
“Wa’alaikum salam”, balas pak satpam.
Ku mantapkan hari ini. Pagi aja dah begitu banyak hal yang kudapat, apalagi siang, sore n malam.??.. Ku langkahkan kaki ini ke desk-ku. Ku raih tombol power CPU-ku. Dan .. here I am..Sit writing..
Ya Rabb..aku siap belajar hari ini..🙂

5 responses to this post.

  1. Posted by AWe on June 23, 2006 at 11:08 am

    Makasih buat pelajaran yang amat berharga

    Reply

  2. Posted by ucha on June 24, 2006 at 3:26 am

    Astaghfirullah..

    Reply

  3. Posted by dhepe on June 25, 2006 at 5:03 pm

    setiap langkah kaki ini bergeser, maka sebuah kehidupan pun berjalan, bahkan saat langkah ini terhenti, kehidupan pun akan terus berjalan, tidak ada yang kejam di dunia, yang ada hanyalah kita yang selalu tidak pernah tersadar dan bersyukur atas-Nya.

    ane jadi terharu nich hiks… hiks… hiks… T_T~

    Reply

  4. Posted by gaLz' on June 27, 2006 at 6:14 am

    subhanallah..belajar dimanapun kapanpun,ga ada batasny,,
    touchy bgt deen ^^

    Reply

  5. Posted by Dean on June 27, 2006 at 7:14 am

    setelah membaca sampai selesai dan biasanya kalo di karangan waktu kita sekolah, akhir karangan adalah kesimpulan.
    ternyata deen di kantor belajar nge-blog..
    memang banyak yang harus dipelajari dari blog *whadda..piiiip
    ;p
    heheheh canda dalam berita *gabrukZ

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s