Mungkin berlebihan hingga sebagai isteri, aku terpaksa curhat di ruang publik seperti ini.
Tapi hal ini bukan tidak beralasan.. sudah hampir 4 purnama terlewati, semakin detak melaju, pun semakin tersisih diri ini dikarenakan kehadiran perempuan itu.
Yah, untuk pertama kali..aku merasa terbagikan oleh lelaki-ku.
Ketika ia baru saja pulang dari keseharian kerjanya, bukan aku menjadi tempat canda pertama-nya lagi, melainkan perempuan itu.
Waktunya kini lebih banyak dihabiskan dengan menggelayut pada diri perempuan itu.
Cemburukah?
Kebahagiaan di mata suamiku kala melihat ia bercanda2 dengan perempuan itu di depan mata-ku.
Ketika perempuan itu berderai2 tertawa di depan suamiku yang tengah bernyanyi untuknya.
Tak sangka.. betapa mudah perempuan itu merebut suamiku dalam sekejap.
Kepantasan gerangan apa hingga perempuan itu mampu?
Kemudian ku eja setiap dirinya.
Kesucian diri dan ketiadaan dosa dari perempuan itu-lah yang mungkin membuat suamiku berkali2 jatuh cinta padanya.
Matanya yang memancarkan kebeningan hati, yang bagi sapa saja melihatnya tentu akan bahagia.
Keharuman tubuhnya, pesona wajahnya, kepolosan tingkah lakunya.
Sungguh, aku memang tidaklah sebanding dengan perempuan itu.
Hingga tiada daya sedikitpun untuk melabrak perempuan itu atas tingkah2nya pada suamiku.
Malah.. setiap kali ku pandang dia, hatiku terasa terenyuh dengan keindahannya.
Sungguh indah ALLAH yang tlah mencipta setiap detil kejelitaannya.
Entah…
Dan entah..apa mungkin suatu ketika nanti..
Lancang ku teriakkan pada suami.. “Pilih aku atau putri kita..!!!???”..

–
Prreeeeeeeeeeettttt…… :p
*heheheheh-yeah-setelah-stagnan-g-nulis-akhirnya-bisa-nulis-lagi-in-koddala-writing..^_^-yeiy—yeiy-yeiy..





















Recent Comments