Curahan hati

Mungkin berlebihan hingga sebagai isteri, aku terpaksa curhat di ruang publik seperti ini.

Tapi hal ini bukan tidak beralasan.. sudah hampir 4 purnama terlewati, semakin detak melaju, pun semakin tersisih diri ini dikarenakan kehadiran perempuan itu.

Yah, untuk pertama kali..aku merasa terbagikan oleh lelaki-ku.

Ketika ia baru saja pulang dari keseharian kerjanya, bukan aku menjadi tempat canda pertama-nya lagi, melainkan perempuan itu.

Waktunya kini lebih banyak dihabiskan dengan menggelayut pada diri perempuan itu.

Cemburukah?

Kebahagiaan di mata suamiku kala melihat ia bercanda2 dengan perempuan itu di depan mata-ku.

Ketika perempuan itu berderai2 tertawa di depan suamiku yang tengah bernyanyi untuknya.

Tak sangka.. betapa mudah perempuan itu merebut suamiku dalam sekejap.

Kepantasan gerangan apa hingga perempuan itu mampu?

Kemudian ku eja setiap dirinya.

Kesucian diri dan ketiadaan dosa dari perempuan itu-lah yang mungkin membuat suamiku berkali2 jatuh cinta padanya.

Matanya yang memancarkan kebeningan hati, yang bagi sapa saja melihatnya tentu akan bahagia.

Keharuman tubuhnya, pesona wajahnya, kepolosan tingkah lakunya.

Sungguh, aku memang tidaklah sebanding dengan perempuan itu.

Hingga tiada daya sedikitpun untuk melabrak perempuan itu atas tingkah2nya pada suamiku.

Malah.. setiap kali ku pandang dia, hatiku terasa terenyuh dengan keindahannya.

Sungguh indah ALLAH yang tlah mencipta setiap detil kejelitaannya.

Entah…

Dan entah..apa mungkin suatu ketika nanti..

Lancang ku teriakkan pada suami.. “Pilih aku atau putri kita..!!!???”..

Prreeeeeeeeeeettttt…… :p

*heheheheh-yeah-setelah-stagnan-g-nulis-akhirnya-bisa-nulis-lagi-in-koddala-writing..^_^-yeiy—yeiy-yeiy..

week29: Bul Gembul

Sebenarnya, dari dulu pengen banget buat jurnal hamil minimal 2 pekan sekali. Slaen manfaat sebagai wadah remind, juga bs dpake sebagai ajang sharing (baca:curcol) , tapppiiii, apa daya, pengen tinggal pengen. Wereper-lah, yg penting kali ini, sy ada waktu buat nulis.

Kini, kehamilan sy sudah memasuki week ke-29. Weiw.. dah masuk pekan kepala 3 euy.. It means, trimester ketiga emg sudah dijabah. Perubahan apa yg sy alami?. Yg sangat pasti mbulet dimana2, beda ma tmn2 yg katanya cmn bulet di perut ma sejumlah bagian2 laennya. Sy mah AAAALLLL.. Smua bagian kena adil, gak ada yg bs sirik.
Continue reading

Muhasabah Seorang Makmum

Mungkin sedikit bahagia terkecap dari semaian
sedang begitu banyak rajukan terlantak dari gemuruh emosi ini.

Berlandai masa sudah terlangkah
Sedang ajar tak lebih dari huruf Alif dan A

Sungguh,
demikian sedikit khidmah yang terhitung oleh malaikat
dari titel istri bersandang

Pada kelebat bayang malam
Bahkan dalam gigil dingin menukik
Tak jua kucapai secuil purna kasih
mencontoh hangat peluk Siti Khadijah pada imam-NYA, RasuluLlah SAW

Entah..entah..entah
Apa kelayakan
istri shalihah kelak dapat teraih

Dari rasa itu..
Kali ini kefitrahanku sebagai makmum
kembali mencabik sgala ingin dangkal

Tak pantas diri banyak meminta
kala sedikit beri yang tertuah
dari sebuah bentuk kerap terus kuagungkan depan-nya : Cinta

*dedicated only for my lovely husband ..”Skali lagi, uhibbuka FiLlah.”

week24 : ce ato co, yg penting perkasa..

Makin mbulet gini, jadi banyak yg nanyain, “baby-nya ce ato co?”, akibatnya sy malah jadi ikutan penasaran juga. Maka bulan ke-5 menjadi hal yg ditunggu2. Syukur-nya di pekan kontrol ke week 23 kemaren, suami datang nengok.. Jadi deh kita bareng2 USG.

Btw, kali ini suami dateng dengan surprise, tanpa ngasih tau, bahkan sebelumnya dah ngasih sign utk 4 bulan gak bisa nengokin dulu karena kerjaan yg lom bs ditinggal. Dah ngabisin energi mewek2an, ngambek2an lah pokokna. Eh, di pagi 3 juni kemaren, ujug2 dah berdiri  depan pintu kantor. Yah jelas, sy ma dan pastinya our baby juga ikutan bengong ngliat sosoknya yg cengengesan, hmm..nunggu sy berlari slow motion kli yak buat meluk sambil haru berderai2, tp yg ada cmn bs nyambut dgn ekspresi tak percaya..

Intinya, to tuuiiiiiittt deh usaha lelaki hati kami ini…

Continue reading

Jurnal bumil deen -week23-

Sekarang kehamilan akan memasuki week 24. AlhamduliLlah semua dalam kondisi sehat, baek sy maupun Ananda.

Untuk urusan makan-pun,  alhamduliLlah slalu berasa FULL, hehehe. Tapi demi agar gak overweight, semuanya masih dalam kontrol kok. Klo pagi usahain gak makan nasi..cukup roti n ovaltine aja, klo siang baru deh makan gede-nya, itu juga gak boleh over..biar gak megap2 napasnya pas lanjutin kerja, karena kul malem, makannya biasanya ba’da maghrib, dan klo malem.. biasanya dah gak terlalu nafsu makan. Jadi seadanya aja, seada nasi sebakul dan beberapa piring lauk laen-nya, hihihi..gak ding.

Continue reading

Mengenang buku favorit pertama

Sewaktu kecil. Setelah nama anggota keluarga, sy hanya mengingat nama seorang penulis yang tercetak di sampul buku dongeng menjelang tidur milik sy. Adalah Enid Blyton, seorang penulis buku dongeng anak2 yang akhirnya buat sy cinta mati dengan baca. Lewat buku karangan dongeng menjelang tidurnya, sy tak henti2nya membaca. Entah sudah berapa kali buku tersebut terbaca, hingga jilidannya harus rela sy isolasi dengan tidak rapi agar tidak terlepas2.

Saking suka dengan tulisan2nya, sy memberi vonis, bahwa penulis buku anak terbaik hanya dia. Sy tidak tahu prestasi menulisnya seperti apa, bahkan mengetahui bahwa seorang Enid adalah perempuan-pun baru hari ini.. hehehe.

Berlangganan majalah Bobo, juga menjadi rengekan terlawas di hadapan orang tua sy tiap bulannya. Ketika mereka keluar rumah, tak lupa menitipkan pesan agar kiranya mereka singgah ke pasar senen untuk membeli buku dongeng bekas. Hingga jadilah bertumpuk2 buku dongeng di rak buku. Setiap keluarga kami berpindah2 rumah, maka harta berharga yang paling sy awasi adalah tumpukan buku dongeng tersebut.

Sayang skali, entah karena apa, sy jadi kurang mawas ketika buku2 dongeng itu malah berakhir di tungku perapian oleh nenek sy yg dijadikan bahan bakar untuk memasak saat beliau malas mencari kayu bakar. (hiks..tragis banget kan?..).

Agaknya obsesi sy dengan tumpukan buku menjadi obsesi yang tak terkendali. Hal ini dibuktikan dengan berkali2 sy mengeluarkan buku dongeng dari perpustakaan SD sy yang memang tak terawat, tanpa sepengetahuan petugasnya. Mudah sekali saat itu mengeluarkan buku dengan menyembunyikannya di balik seragam, lalu bersorak girang ketika semua edisi buku dongeng rampung sy “aman”kan dari rak perpus ke rak rumah. Yeah, I stolen them *well, ini salah satu pengakuan dosa atawa aib sy, :D , sungguh sangat tidak terpuji utk ditiru apalagi digosipkan -halaaah..ngeseleb-mode-on*. Meski tidak banyak, tapi kelakuan ini sy lakukan hanya demi memuaskan nafsu baca. Barang haram memang tidak akan panjang umurnya, smua buku itu-pun juga berakhir di tungku bakar nenek.. huhuhu..

Klopun ada yang tersisa dari sekian banyak buku dongeng. Maka dongeng menjelang tidur karya Enid Blyton-lah yang tersisa, dan kini telah terwariskan kepada adik bungsu sy. Dan kini, sy masih suka membaca, syukur alhamduliLlah sy juga sudah meninggalkan kebiasaan buruk  untuk  melakukan hal buruk sejenis itu pada apapun.. ^_^v.

Ada yang ingatkah buku favorit-nya pertama kali?.

Berkisah untuk Ananda Cinta

Maka dengarlah  kisah ini Ananda cinta.
Kini, kita hanya terpisah dari makhluk2-NYA yang mengasihi kita,
tapi yang jauh lebih dari berharga,
tiada Rahman pernah menepi darimu maupun diriku.

Maka dengarkan dalam masih sunyimu di sana, mengenai kisah Bunda Siti Hajar dan Ananda-nya Nabi Ismail.
Lebih heninglah kali ini, mendekat dan kuharap dapat terus menjadi penguat-mu sekarang dan nanti.

Ananda…

Pernahkah Ananda bayangkan,
Terpisah dari belahan jiwa tanpa tolehan, tanpa bicara, tanpa salam, tanpa jejak akan merindu.
Tiada bekal selain dalam ketandusan lahan teramat panas.
Surya tak habis2 membakar pijakan.
Pelepas dahaga-pun raib beserta sumber kehijauannya.
Kau tahu, tiada terlihat selain kepasrahan dan kelemahan diri sebagai manusia.

Dirimu dan diriku, sungguh tiada secuil dari kepasrahan kedua manusia mulia tersebut.
Kau boleh saja berontak di sana, berharap perhatian, kasih sayang, belaian yg sama dengan yang lainnya.

Tapi tunggu, dengarkan lagi Ananda sayang.
Seorang Nabi Ismail memulai juangnya dari nafas pertama-nya.
Setiap getir tak pernah bosan dekap napasnya, namun karena semua perbedaan itu-lah ketahanan diri-nya sebagai hamba unggul terasah.
Kau tentu tak ingin melewatkan secercah kepayahan ini tanpa merangkul hikmah sedikitpun, bukan?.

Belajarlah meresapi bagaimana haluan kemantapan membuatnya ikhlas kala Ayahanda menginginkan lehernya atas taqwa pada ALLAH.
“Duhai Ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan, jika itu titah Allah,
insya ALLAH aku siap untuk bersabar menjalankannya”.

Ahh, terlalu indah untuk mengisahkannya untukmu.
Karena berlisan mengenai mereka, membuat Bunda terlampau malu dengan bertumpuk2nya keluh yang sudah tumpah.

Ambillah teladan dari sebaik2 keteladan.
Mulai belajar untuk melepas segala kekuatan selain dari-NYA.

Kita pasti bisa..Yah?!..

Nah, sekarang perkenankan Bunda menyantap makan siang ini yah, setelah itu kita bersiap2  untuk jalani ujian tengah semester malam ini dengan baik. Ok cinta?.. :) . Hehehe, pintar mentong anakku.. ^_^v

Jurnal -Jelang- 13 bulan Pernikahan kami

Hari ini adalah hari ke-19 sy berada di Manado. Ini bukan kunjungan yg pertama kali, hmm.. not visiting but go home.. :) . Karena di kota ini, suami dan sy, ke depannya akan melanjutkan hari2. Tapi belum sekarang, sebab hingga bulan 8 tahun ini, sy masih harus meneruskan kuliah di depok. Nafas panjang, berat lg sesak. Bagi kawan, kerabat ataupun keluarga.. tak pernah dapat menyembunyikan air muka terperangah …atau rasa tidak percayanya dengan pilihan yang sudah kami lakukan. Setelah nikah, tak kurang dari 10 hari..setelah itu harus terpisah pulau ..hingga sekarang sudah hampir 13 bulan, itu juga lom kelar..karena masih ada 7 bulan yg harus kami tempuh.

Tapi bukankah ini lebih baik, ketimbang jauh ataupun dekat, namun diikat pada hubungan tanpa ada suka-NYA sama skali.

Sy tahu, betapa banyak argumen yg mungkin muncul dari kepala mereka. Istri tega yg rela ninggalin suami?, istri yg ambisius dengan cita-citanya?, pasangan yg kurang perhitungan?,.. well sy sudah terlalu sering menebak…hingga rasa2nya tak perlu lagi meladeni prasangka sy sendiri. Sy lebih suka berbisik di tengah ributnya tebakan prasangka…”Kami sudah menghitung dengan ikhtiar terbaik kami.. dan ALLAH lebih tahu ukuran untuk kami..”. Apakah kami saling menyalahi hak dan kewajiban masing2..???

Continue reading

Urusan dapur, Isterikah?

Suatu ketika, seorang isteri hendak merajuk pada suaminya..ada hal yang sudah cukup lama ingin ia diskusikan pada sang suami. Namun, sungkan slalu saja melanda dirinya. Baginya, untuk slalu menjaga ketentraman hati suami adalah terpenting , tapi soalan yang hendak disampaikan bukan pula hal yang sepele. Karena baginya, ini menyangkut soal pengertian, penghargaan, saling membantu..dan jika tidak diridhoi satu sama lain, tentu akan sangat mungkin membawa bencana dalam biduk rumah tangganya. Sebagai isteri, dia perlu menyampaikan kerisauan tersebut ke lelaki yang baru beberapa bulan dikenalnya itu.

Akhirnya, di pagi hari, ketika dia melihat cuaca baik di wajah suami. Dengan hati2, ia berujar..

Continue reading

PromCol (Promosi Colongan)

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis. Terlalu lama gak nulis, ampe2 tadi pagi,
telunjuk kanan kena memar coz dijepit ma pintu.Hiks. (Segitunyaaa..)

Sy sendiri, pemilik blog ini, juga dah lama banget gak nengok blog sendiri. (hehehe..) .. Klo diibaratkan rumah, mestinya nih blog dah banyak sarang laba2nya, debu tebal dimana2, syerem-lah pokoknya. Well, ada yg mo ngontrak?, biar terurus maksudnya :D .

Tapi, pagi ini (sambil meremas2 jari yg baru kejepit), sy dapet kabar by milis, bahwa buku kolaborasi presented by AngingMammiri yang jg memuat tulisan sy (cattett.!) bakal launching akhir desember ini, wuih.. dengan sekejap..membawa kerinduan amat sangat ke keranjang kata yang pernah mengisi hari2 saya ini.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.